kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Bursa Jepang kembali turun karena yen menguat


Kamis, 17 November 2016 / 09:04 WIB
Bursa Jepang kembali turun karena yen menguat


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

TOKYO. Bursa saham Jepang di buka turun, Kamis (17/11) melemah dari level tertinggi sembilan bulan, karena yen memangkas penurunan tajam terakhir terhadap dolar dan investor berhenti sejenak untuk mempertimbangkan dampak potensial dari kebijakan pemerintahan baru AS.

Mengacu Bloomberg, indeks Topix acuan turun 0,6 % pada 09:01 waktu setempat. Sektor perbankan melemah setelah melonjak karena imbal hasil obligasi menguat menyusul kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS.

Setelah jatuh ke level terendah 16-bulan awal tahun ini, indeks saham telah rebound, didorong oleh yen dan tanda-tanda dalam pemulihan ekonomi baik di AS dan Jepang yang lebih lemah.

Pada hari Rabu, indeks Topix hampir 19 % lebih tinggi dibandingkan dengan level terendahnya pada bulan Februari, didukung oleh perbankan dan eksportir. Mata uang Jepang naik 0,2 % terhadap dolar setelah mendekati penurunan 4 % dalam sebulan hingga Rabu kemarin.

Perbankan telah menjadi salah satu kontributor terbesar untuk kenaikan baru-baru Indeks Topix, naik 14 % pada bulan November hingga Rabu, menempatkan mereka berada di jalur untuk kenaikan bulanan terbesar sejak Februari 2015.

Rebound global dalam biaya pinjaman menyusul kemenangan Trump pekan lalu telah mendukung pemberi pinjaman saham kembali ke tingkat sebelum Bank of Japan memperkenalkan suku bunga negatif pada bulan Januari. Saham-saham perbankan turun 16 % untuk year-to-date setelah jatuh sebanyak 41 %.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×