kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.955   108,00   0,61%
  • IDX 5.889   -305,94   -4,94%
  • KOMPAS100 780   -43,96   -5,33%
  • LQ45 591   -28,72   -4,64%
  • ISSI 204   -10,98   -5,12%
  • IDX30 335   -14,44   -4,13%
  • IDXHIDIV20 414   -13,76   -3,21%
  • IDX80 89   -4,95   -5,29%
  • IDXV30 113   -4,58   -3,90%
  • IDXQ30 109   -3,81   -3,39%

Bursa Asia tumbang menjelang pertemuan Uni Eropa


Senin, 30 Januari 2012 / 08:35 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung yang datang ke Kebun Teh Kemuning hanya perlu membayar tiket masuk senilai Rp 5.000 saja. Dok: Kebun Teh Kemuning 


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

TOKYO. Ketidakpastian dalam perekonomian global kembali memicu jatuhnya bursa saham Asia. Indeks acuan regional tumbang untuk pertama kalinya dalam empat hari perdagangan. Indeks MSCI Asia Pacific melemah 0,2% ke posisi 122,74 pada pukul 09.47 di Tokyo.

Sementara, indeks Nikkei 225 tergerus 0,46%, lalu indeks Kospi jatuh 0,98%, dan indeks Australia S&P/ASX 200 melemah 0,13%.

Bursa regional tertekan menjelang pertemuan puncak Eropa untuk membahas krisis utang. Pasar juga tertekan karena data pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal keempat di bawah ekspektasi. Padahal, pekan lalu, bursa regional berhasil mencapai penguatan mingguan yang terpanjang setidaknya dalam satu tahun terakhir. Itu terjadi, lantaran ada sentimen positif dari China, juga ada sinyal pemulihan ekonomi AS dan Eropa.

Pagi ini, beberapa saham berkapitalisasi besar melemahkan otot indeks. Misalnya, saham pemasok bahan bangunan James Hardie Industries SE yang pasar terbesarnya di AS, tumbang 1,7% di Sydney. Lalu, saham produsen mesin industri, Mitsubishi Electric Corp. anjlok 12% di Tokyo, setelah pemerintah mengubah beberapa kontrak pertahanan dan kedirgantaraan.

Toshiyuki Kanayama, analis pasar Monex Inc. menyebut, pertumbuhan ekonomi AS di bawah perkiraan, dan itu menjadi sentimen negatif. "Pasar terlihat terlalu panas (overheated), sehingga investor cenderung menggunakan laporan tersebut sebagai alasan untuk menjual atau profit taking," ujarnya, di Tokyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×