kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.700   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Bursa Asia terpukul pengetatan kebijakan China dan kinerja negatif perusahaan


Jumat, 13 Mei 2011 / 14:38 WIB
Album Folklore Taylor Swift terjual lebih dari 2 juta salinan di pekan pertama


Reporter: , | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Mayoritas saham di bursa Asia masih melorot menjelang sore ini. Penyebabnya, perusahaan Jepang membukukan kinerja yang terpukul akibat gempa terburuk dalam sejarah Jepang. Selain itu, pengetatan kebijakan oleh Pemerintah China untuk menekan inflasi juga menjadi sentimen negatif bursa regional.

Asal tahu saja, pada pukul 15.14 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2% menjadi 136,15. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,7%, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,1%, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,3%, dan indeks Hang Seng Hongkong tak banyak mengalami perubahan.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia antara lain: Japan Steel Works Ltd yang turun 4,9%, China Overseas Land & Investment Ltd turun 1,4%, Sumitomo Mitsui Financial Group Inc turun 3,8%, dan Hana Financial Group Inc turun 15%.

"Ketentuan batas Giro Wajib Minimum di China membuat investor cemas karena hal itu berarti pengetatan kebijakan yang akan menahan laju pertumbuhan ekonomi China. Selain itu, penurunan kinerja di Jepang sepertinya akan terus berlanjut untuk sementara waktu dan akan menekan saham-saham di Jepang ke depannya," papar Shane Oliver, head of investment strategy AMP Capital Investors Ltd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×