kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa Asia tergerus di awal perdagangan Senin


Senin, 15 Oktober 2018 / 08:38 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagian besar bursa Asia melemah pada awal pekan ini. Senin (15/10) pukul 8.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 1,83% ke 22.275. Hang Seng tergerus 0,46% ke 15.683.

Sedangkan indeks Taiex melemah 0,80% ke 10.217. Kospi turun 0,41% ke 2.152 dan ASX 200 tergerus 1,35% ke 5.815. Indeks Straits Times turun 0,38% ke 3.057 dan FTSE Malaysia naik tipis 0,06% ke 1.731.

Kekhawatiran perlambatan ekonomi China serta suku bunga yang makin tinggi di Amerika Serikat (AS) menekan optimisme meski pasar saham menguat pada pekan lalu. Harga minyak brent hari ini pun melonjak 1,65% pada awal perdagangan.

"Ada yang mengatakan bahwa data ekspor China menjadi salah satu pendukung pasar. Tapi saya melihat bahwa data ekspor ini melonjak menjelang penerapan tarif," kata Norihiro Fujito, chief investment analyst Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities kepada Reuters.

Fujito mengatakan bahwa perang dagang mulai memekan korban pada sisi pertumbuhan di China. Yi Gang, Gubernur Bank Sentral China mengatakan, pihaknya masih punya ruang untuk penyesuaian suku bunga dan rasio pencadangan perbankan jika risiko tensi dagang dengan AS meninggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×