kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Bursa Asia mixed: Nikkei naik, ASX 200 turun


Kamis, 13 Oktober 2016 / 08:37 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia dibuka dengan wajah beragam pada transaksi perdagangan Kamis (13/10) pagi. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 08.07 waktu Hong Kong, indeks MSCI Asia Pacific -tak termasuk Jepang- turun 0,2% menjadi 448,07.

Sementara, berdasarkan data CNBC, indeks ASX 200 Australia turun 0,45%. Sektor energi menyeret penurunan indeks ASX dengan penurunan 0,91%. Tidak hanya itu, sektor finansial juga tertekan sebesar 0,54%.

Sedangkan indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang dibuka naik 0,64% seiring melemahnya nilai tukar yen. Sekadar informasi, nilai tukar yen berada di leevel 104,38 per dollar AS pada pukul 08.07 waktu Singapura.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik tipis 0,04%. Sementara, saham Samsung naik 2,35%. Ini merupakan kenaikan pertama dalam empat hari terakhir.

Pasar saham Asia hari ini bergerak mixed seiring langkah investor dalam menganalisa hasil notulensi pertemuan The Federal Reserve September lalu yang dirilis tadi malam.

Hasil rekapan pertemuan itu menekankan kembali ekspektasi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang. Selain itu, hasil notulensi juga menunjukkan, ada tiga anggota The Fed yang lebih memilih untuk menaikkan suku bunga secepatnya. Mereka cemas AS akan jatuh ke jurang resesi.

"Market semakin yakin akhirnya ada momentum pertumbuhan pada perekonomian AS. Dalam notulensi The Fed, bahasanya berubah menjadi 'relatively soon'. Hal ini mengirimkan sinyal yang kuat bahwa mereka akan menaikkan suku bunga pada Desember," papar Paresh Upadhyaya, strategist Pioneer Investment Management Inc yang berbasis di Boston kepada Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×