kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Bursa Asia mixed, mayoritas indeks menguat pada Jumat (22/10) pagi


Jumat, 22 Oktober 2021 / 08:34 WIB
Bursa Asia mixed, mayoritas indeks menguat pada Jumat (22/10) pagi
ILUSTRASI. Bursa Asia. REUTERS/Kim Kyung-Hoon


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak mixed pada perdagangan Jumat (22/10) pagi, dengan mayoritas indeks menguat. Pukul 08.25 WIB, indeks Nikkei 225 naik 122,33 poin atau 0,43% ke 28,838,46, Hang Seng naik 97,31 poin atau 0,37% ke 26.114,84.

Taiex naik 11,59 poin atau 0,07% ke 16.901,40, Kospi naik 0,21 poin atau 0,01% ke 3.007,54, ASX 200 turun 12,27 poin atau 0,17% ke 7.403,10, Straits Times naik 11,32 poin atau 0,35% ke 3.199,82 dan FTSE Malaysia trun 6,31 poin atau 0,40% ke 1.585,31.

Pergerakan bursa Asia cenderung stabil pada pagi ini karena para pedagang mempertimbangkan laporan pendapatan yang beragam, kekhawatiran tentang inflasi dan laporan yang menunjukkan bahwa pengembang China Evergrande Group dapat memenuhi tenggat waktu pembayaran.

Saham naik di Jepang dan berfluktuasi di Korea Selatan dan Australia.

Baca Juga: Bursa Kamis (21/10), harga saham BBCA & BBRI melemah

Mengutip Bloomberg, Federal Reserve mendekati pengurangan pembelian obligasi dan para trader meningkatkan taruhan pada kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi. 

Sementara itu, di China, sebuah laporan mengatakan bahwa Evergrande mengirim kupon obligasi US$ 83,5 juta menjelang tenggat waktu akhir pekan. Kekhawatiran telah berputar tentang kemungkinan penularan dari default apapun.

Saham global mencatat kenaikan mingguan ketiga, dibantu oleh pemulihan global yang sedang berlangsung. Reli saham dibayangi oleh prospek pengetatan moneter yang lebih cepat dari perkiraan untuk mengekang inflasi.

"Ekonomi AS masih dalam pijakan yang kokoh, tetapi sekarang inflasi tetap menjadi ancaman terbesar," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda Corp dalam catatan yang dikutip Bloomberg.

Selanjutnya: Simak peta pemilik baru dari perbankan kecil di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×