kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.693   -125,00   -0,70%
  • IDX 6.310   302,08   5,03%
  • KOMPAS100 841   47,38   5,97%
  • LQ45 630   32,88   5,50%
  • ISSI 216   9,69   4,70%
  • IDX30 356   17,25   5,09%
  • IDXHIDIV20 436   18,32   4,39%
  • IDX80 95   5,28   5,88%
  • IDXV30 117   3,85   3,41%
  • IDXQ30 114   4,97   4,55%

Bursa Asia Mixed, Mayoritas Indeks Melemah Pada Perdagangan Senin (25/7) Pagi


Senin, 25 Juli 2022 / 08:32 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia bergerak mixed dengan mayoritas indeks melemah pada perdagangan awal pekan ini. (Kyodo)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak mixed dengan mayoritas indeks melemah pada perdagangan awal pekan ini. Senin (25/7) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 turun 167,02 poin atau 0,60% ke 27.746,26, Hang Seng turun 92,80 poin atau 0,45% ke 20.516,34, Taiex turun 80,58 poin atau 0,53% ke 14.872,92, Kospi naik 4,58 poin atau 0,19% ke 786,52.

ASX 200 naik 9,30 poin atau 0,14% ke 6.800,90, Straits Times naik 9,64 poin atau 0,30% ke 3.190,65 dan FTSE Malaysia turun 3,64 poin atau 0,25% ke 1.462,43. 

Mayoritas indeks di bursa Asia melemah, karena prospek ekonomi yang lebih redup yang meredakan ekspektasi puncak kenaikan suku bunga.

Baca Juga: Bursa Asia Kompak Menghijau pada Perdagangan Rabu (20/7), Cek Pemicunya

Mengutip Bloomberg, investor kini mulai beralih ke pertaruhan bahwa ekspansi ekonomi yang surut akan memabantu memoderasi inflasi yang tinggi dan melunakkan siklus pengetatan moneter saat ini.

Keputusan kebijakan Federal Reserve pekan ini, bersama dengan rilis pendapatan perusahaan teknologi seperti Google Alphabet Inc dan Apple Inc akan membantu prospek rebound saham.

"Kami masih melihat penurunan lebih lanjut untuk aset berisiko karena kekhawatiran resesi menumpuk dan bank sentral tetap berkomitmen untuk memerangi inflasi dengan mengorbankan pertumbuhan," kata Eric Robertsen, kepala strategi Standard Chartered Bank Plc dalam sebuah catatan seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×