kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Bursa Asia mixed, mayoritas indeks melemah


Selasa, 17 Agustus 2021 / 08:41 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia. REUTERS/Kim Kyung-Hoon


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak variasi pada perdagangan Selasa (17/8) pagi dengan mayoritas indeks melemah. Pukul 08.30 WIB, indeks Nikkei 225 naik 94,04 poin atau 0,34% ke 27.617,61, Hang Seng turun 37,94 poin atau 0,15% ke 26.140,49.

Taiex turun 8,79 poin atau 0,05% ke 16.850,22, Kospo turun 14,91 poin atau 0,47% ke 3/156,30, ASX 200 turun 57,56 poin atau 0,76% ke 7.524,90, Straits Times turun 12,77 poin atau 0,41% ke 3.133,50 dan FTSE Malaysia naik 8,42 poin atau 0,57% ke 1.511,54.

Mengutip Bloomberg, pergerakan bursa Asia yang bervariasi dipicu oleh aksi pedagang yang menimbang rekor di S&P 500 terhadap kekhawatiran bahwa varian virus delta akan mengganggu pertumbuhan ekonomi global.

Saham di Jepang naik, tetapi bursa Australia dan Korea Selatan turun. 

Baca Juga: Bursa Asia kompak melemah sambil menanti data ekonomi China

Pembatasan mobilitas untuk melawan penyebaran varian delta virus corona, tanda-tanda pemulihan yang melambat dari pandemi di China dan tindakan keras Beijing terhadap perusahaan swasta terus mewarnai suasana pasar di Asia.

Di AS, Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Gary Gensler mengeluarkan pernyataannya yang langsung memberikan peringatan tentang risiko investasi di perusahaan China.

Di luar itu, kini pasar masih menanti pidato Gubernur The Fed Jerome Powell untuk mencari petunjuk tentang kapan dan bagaimana The Fed akan mengurangi stimulusnya.

Meski begitu, "Pengumuman tapering sepertinya tidak akan membuat shock besar di pasar," kata Sebastian Galy, ahli strategi makro senior di Nordea Investment Funds dalam catatannya seperti dikutip Bloomberg.

"Pasar punya waktu lama untuk mempersiapkan tapering. Kejutan nyata akan datang ketika perdebatan tentang siklus kenaikan suku bunga Fed dimulai." 

Selanjutnya: Bisnis remitansi terdampak pandemi Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×