kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa Asia merunduk akibat aksi balas dagang China-AS


Selasa, 25 September 2018 / 11:02 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia


Sumber: Reuters | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa ASia merunduk pada perdagangan Selasa (25/9), setelah China dan Amerika Serika sama-sama menerapkan tarif dagang baru kemarin. Investor khawatir, sikap saling balas kedua negara ini akan meningkatkan risiko pada ekonomi global.

MSCI Asia Pasifik turun 0,2%. Sementara bursa Jepang, Nikkei menguat hampir 0,2%. 

Indeks lainnya bergerak melandai di Asia. Indeks Shanghai di China turun 0,76%. Indeks ASX 200 di Australia terkikis 0,08%. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,5% pada pukul 10:54. 

China dan AS kemarin menerapkan tarif dagang baru atas produk impor. Kedua negara dengan ekonomi terbesar dunia ini tidak menunjukkan gelagat berkompromi. Perseteruan keduanya dikhawatirkan akan meredam niat berinvestasi dan mengganggu perdagangan global. 

Sementara itu, pasar masih mengantisipasi keputusan bank sentral Amerika Serikat. Federal Reserve akan menggelar rapat FOMC pada Selasa dan Rabu (25-26/9) ini, yang diperkirakan pasar akan menaikkan bunga untuk kali ketiga. Saat ini, bunga The Fed ada di posisi 1,75%-2%. 

Indeks dollar terhadap enam mata uang utama dunia menguat 0,15% ke posisi 94,32. 

Di sisi lain, pasar akan memperhatikan gerak harga minyak yang terus menanjak. Harga minyak Brent diperdagangkan di atas US$ 81 per barel, di sekitar harga tertinggi empat  tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×