kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.977   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.886   141,46   2,46%
  • KOMPAS100 767   22,82   3,07%
  • LQ45 582   16,21   2,87%
  • ISSI 204   4,66   2,34%
  • IDX30 329   8,57   2,67%
  • IDXHIDIV20 405   10,19   2,58%
  • IDX80 87   2,36   2,78%
  • IDXV30 110   2,44   2,28%
  • IDXQ30 106   2,85   2,77%

Bursa Asia merah, indeks Shanghai anjlok lebih dari 8%


Senin, 03 Februari 2020 / 08:42 WIB
ILUSTRASI. Indeks Shanghai langsung terjun 8,6% setelah libur panjang dan menyentuh level terendah sejak Februari 2019.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia masih melemah di awal bulan Februari ini. Senin (3/2) pukul 8,.28 WIB, indeks Nikkei 225 melorot 1,43% ke 22.871. Indeks Hang SEng terkoreksi 0,47% ke 26.189.

Indeks Taiex anjlok 2,47%^ke 11.212. Kospi turun 1,57% ke 2.085. Sedangkan Straits Times turun 0,75% ke 3.130 dan FTSE Malaysia turun 0,76% ke 1.519.

Indeks Shanghai langsung terjun 8,6% setelah libur panjang sejak 24 Januari lalu. Shanghai Composite menyentuh level terendah sejak Februari 2019. Hingga saat ini, sebanyak 361 orang meninggal di China akibat virus corona.

Baca Juga: Rupiah melemah ke Rp 13.696 per dolar AS sebelum pengumuman inflasi

Untuk menangkal kepanikan, bank sentral China menyuntikkan 1,2 triliun yuan atau US$ 173,8 miliar likuiditas ke pasar lewat operasi reverse repo pada hari ini. Pemerintah China juga mengatakan akan membantu korporasi yang memproduksi barang-barang vital untuk melanjutkan operasional secepat mungkin.

"Intervensi awal ini ditujukan untuk mengangkat keyakinan, tapi tampaknya belum cukup untuk menahan penurunan tajam di kuartal pertama," kata ekonom Citi dalam catatan yang dikutip Reuters.

Baca Juga: IHSG berpotensi naik, ini saham-saham rekomendasi Binaartha Sekuritas

Citi mengungkapkan bahwa sebagian besar pekerja belum akan masuk hingga 9 Februari. Alhasil, penurunan produksi akan lebih besar daripada ekspektasi hingga data aktivitas pabrik pun tertekan. Ini belum lagi ditambah penurunan akibat penyebaran virus corona.

Citi menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi China tahun ini menjadi 5,5% dari sebelumnya 5,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×