kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.929   1,00   0,01%
  • IDX 6.161   41,66   0,68%
  • KOMPAS100 794   5,32   0,67%
  • LQ45 607   4,18   0,69%
  • ISSI 215   1,63   0,77%
  • IDX30 338   2,60   0,77%
  • IDXHIDIV20 433   3,17   0,74%
  • IDX80 91   0,68   0,76%
  • IDXV30 117   1,09   0,94%
  • IDXQ30 110   0,62   0,57%

Bursa Asia Menguat Selasa (6/10) Ikuti Wall Street, Yield US Treasury Masih Tinggi


Selasa, 06 Oktober 2026 / 09:04 WIB
Bursa Asia Menguat Selasa (6/10) Ikuti Wall Street, Yield US Treasury Masih Tinggi
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei Jepang (REUTERS/Manami Yamada)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Selasa (6/10/2026), mengikuti reli Wall Street yang didorong saham teknologi.

Penurunan harga minyak turut menopang sentimen pasar, meski imbal hasil US Treasury tenor panjang masih bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa dekade.

Melansir Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2%. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang menguat 0,7%. Kontrak berjangka saham Eropa juga naik 0,5%.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (6/10): Turun Rp 10.000 Jadi Rp 2.570.000 Per Gram

Di Amerika Serikat (AS), kontrak berjangka Nasdaq naik 0,2%, sedangkan S&P 500 futures menguat 0,1%.

Pada perdagangan sebelumnya, Nasdaq mencatat rekor penutupan baru setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan ini.

Saham Nvidia menjadi salah satu pendorong utama reli sektor teknologi. Saham perusahaan pembuat chip tersebut melonjak 2,1% dan mencatat rekor penutupan, sehingga kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar US$ 5,76 triliun.

Kyle Rodda, senior analyst Capital.com, mengatakan reli pasar kembali dipimpin sektor teknologi.

Menurut dia, sedikit meredanya ketidakpastian suku bunga dan risiko geopolitik membuat investor kembali fokus pada pertumbuhan laba perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Musim laporan keuangan kuartal III-2026 akan dimulai pekan depan. Goldman Sachs memperkirakan konsensus analis menunjukkan pertumbuhan laba perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 mencapai 27% pada kuartal III.

Lebih dari separuh pertumbuhan tersebut diperkirakan berasal dari perusahaan yang mendapatkan manfaat dari peningkatan belanja infrastruktur AI.

Baca Juga: IHSG Uji Resistance, Cek Rekomendasi Saham Sinarmas Sekuritas Selasa (6/10)

Yield US Treasury Tetap Tinggi

Di pasar obligasi, kenaikan imbal hasil US Treasury masih berlanjut meski pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober menjadi sekitar 23%, dari 71% sepekan sebelumnya.

Pelaku pasar mengurangi ekspektasi tersebut setelah sejumlah pejabat The Fed menekankan perlunya data ekonomi tambahan sebelum kembali menaikkan suku bunga.

Namun, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun dan 30 tahun justru mencatat level tertinggi baru dalam 24 tahun pada perdagangan sebelumnya.

Kenaikan tersebut berlangsung sejak pertengahan Agustus akibat kekhawatiran terhadap inflasi dan kondisi utang pemerintah AS.

Imbal hasil US Treasury 10 tahun berada di 5,3089% pada perdagangan Asia, setelah naik 3 basis poin pada sesi sebelumnya dan sempat menyentuh 5,3493%, level tertinggi sejak 2002.

Sementara itu, yield US Treasury 30 tahun bertahan di 5,6622% setelah sempat mencapai 5,7029%.

Kekhawatiran inflasi juga kembali mencuat setelah survei Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan indeks harga yang dibayarkan perusahaan jasa AS untuk input melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun.

Baca Juga: Dirut Gencar Divestasi, Harga Saham Perusahaan Kertas Ini Malah Melambung

Euro Tertekan, Minyak Stabil

Di pasar valuta asing, euro masih berada di dekat level terendah dalam 17 bulan. Mata uang tunggal Eropa tersebut sempat turun 0,8% ke US$ 1,1160 pada perdagangan sebelumnya, level terlemah sejak Mei 2025.

Tekanan terhadap euro berasal dari kekhawatiran fiskal di Prancis. Investor melepas obligasi pemerintah Prancis setelah anggaran yang dinilai kurang meyakinkan, sementara ketidakpastian politik meningkat setelah Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyerukan pemilu cepat.

Euro kemudian berada di sekitar US$ 1,1215. Terhadap yen, euro diperdagangkan di sekitar 177 yen setelah mencatat penurunan selama tujuh sesi berturut-turut.

Joseph Capurso, head of international economics Commonwealth Bank of Australia mengatakan, perpecahan politik di parlemen Prancis meningkatkan risiko konsolidasi fiskal yang direncanakan pemerintah tidak berjalan optimal atau pemerintah menghadapi mosi tidak percaya.

Capurso memperkirakan, pasangan euro/dolar AS berpotensi menguji level support US$ 1,1109.

Baca Juga: Rupiah Diproyeksi Melemah pada Selasa (6/10), Simak Sentimen yang Membayangi

Kondisi tersebut turut menopang dolar AS. Indeks dolar berada di 102,2 setelah menguat 0,9% dalam sepekan terakhir.

Sementara itu, harga minyak Brent bergerak stabil di sekitar US$ 100 per barel setelah turun 1,9% pada perdagangan sebelumnya.

Penurunan harga minyak dipicu meningkatnya ekspor dari Timur Tengah serta komitmen negara-negara G7 untuk meningkatkan pasokan.

Harga emas spot juga relatif stabil di US$ 4.141,31 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×