kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Bursa Asia Melemah pada Rabu (4/3) Pagi, Imbas Ketidakpastian Durasi Konflik Iran


Rabu, 04 Maret 2026 / 08:30 WIB
Bursa Asia Melemah pada Rabu (4/3) Pagi, Imbas Ketidakpastian Durasi Konflik Iran
ILUSTRASI. Bursa Asia melanjutkan pelemahan, karena investor bertaruh dengan meningkatnya ketidakpastian mengenai durasi konflik Timur Tengah.(REUTERS/Issei Kato)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia kompak memerah pada perdagangan Rabu (4/3/2026) pagi. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 1.200,43 poin aau 2,17% ke 55.003,45, Hang Seng, Taiex turun 660,65 poin atau 2,05% ke 33.667,18, Kospi turun 311,88 poin atau 5,39% ke 5.476,85, ASX 200 turun 164,77 poin atau 1,82% ke 8.912,50, Straits Times turun 33,58 poin atau 0,69% ke 4.882,42 dan FTSE Malaysia turun 2,15 poin atau 0,13% ke 1.709,18.

Bursa Asia melanjutkan pelemahan tiga hari berturut-turut, karena investor bertaruh dengan meningkatnya ketidakpastian mengenai durasi konflik Timur Tengah dan tekanan inflasi yang meredam selera risiko pasar.

Mengutip Bloomberg, koreksi pergerakan saham di Asia mengikuti pelemahan pasar AS. 

Serangan AS-Israel terhadap Iran mengancam akan menimbulkan guncangan inflasi baru bagi perekonomian AS dengan mendorong kenaikan harga minyak.

Baca Juga: Harga Emas Naik pada Rabu (4/3) Pagi Seiring Memanasnya Tensi Perang di Timur Tengah

Selain itu, ketidakjelasan mengenai kapan konflik ini akan berakhir juga meningkatkan kemungkinan konflik berkepanjangan dan konsekuensi tak terduga di luar kendali AS.

"Risikonya di sini adalah besarnya guncangan yang akan ditimbulkan oleh perang," kata Kyle Rodda dari Capital,com seperti dikutip Bloomberg.

"Mengingat sifat peristiwa yang sangat kacau dan insentif yang kuat bagi semua pihak yang bertikai untuk meningkatkan eskalasi perang saat ini, maka ketidakpastian ini dapat berlanjut untuk sementara waktu."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×