kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Bursa Asia Melemah Pada Perdagangan Senin (11/3) Pagi


Senin, 11 Maret 2024 / 08:27 WIB
Bursa Asia Melemah Pada Perdagangan Senin (11/3) Pagi
ILUSTRASI. Mayoritas Bursa Asia melemah pada perdagangan Senin (11/3) pagi.. (Photo by Yoshio Tsunoda/AFLO)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mayoritas Bursa Asia melemah pada perdagangan Senin (11/3) pagi. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 925,52 poin atau 2,35% ke 3.8750,03, Hang Seng naik 62,78 poin atau 0,38% ke 16.414,17, Taiex turun 65,52 poin atau 0,37% ke 19.725,20, Kospi turun 8,49 poin atau 0,32% ke 2.671,86 ASX 200 turun 108,78 poin atau 1,39% ke 7.738,10, Straits Times turun 2,35 poin atau 0,10% ke 3.143,86 dan FTSE Malaysia naik 2,06 poin atau 0,13% ke 1.541,92.

Bursa Asia melemah karena investor menanti data inflasi yang akan dirilis pada Selasa besok. Laju inflasi AS diharapkan lanjut melandai sehingga memperkuat dorongan penurunan suku bunga The Fed.

Mengutip Bloomberg, angka indeks harga konsumen AS yang akan dirilis pada Selasa akan mendominasi laporan data ekonomi pekan ini. 

Baca Juga: Mayoritas Bursa Asia Menguat Pada Senin (4/3) Pagi

Dari Asia, pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal IV diperkirakan tumbuh ekspansif, sehingga mendukung ekspektasi bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2007 pada bulan ini.

Penurunan saham-saham di Jepang sebagian dipicu penguatan yen, yang biasanya menjadi penghambat bergerakan saham.

Mata uang yen menguat terhadap greenback pada awal perdagangan Senin, memperpanjang reli pekan lalu. 

Imbal hasil obligasi Jepang terus menguat, setelah laporan menyatakan bahwa BOJ sedang mempertimbangkan untuk membatalkan program pengendalian kurva imbal hasil.

"Mungkin Jepang akhirnya keluar dari pusaran deflasi ini, dan ini bisa berdampak besar pada aset Jepang," kata Paresh Upadhyaya, direktur strategi pendapatan tetap dan mata uang Amundi Asset Management seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×