kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.954   42,00   0,23%
  • IDX 6.021   -50,44   -0,83%
  • KOMPAS100 777   -7,48   -0,95%
  • LQ45 595   -5,70   -0,95%
  • ISSI 209   -1,79   -0,85%
  • IDX30 330   -3,11   -0,94%
  • IDXHIDIV20 421   -3,89   -0,92%
  • IDX80 89   -0,86   -0,96%
  • IDXV30 114   -0,93   -0,81%
  • IDXQ30 108   -0,69   -0,63%

Bursa Asia mayoritas melemah di perdagangan perdana 2021


Senin, 04 Januari 2021 / 08:45 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia bergerak mixed dengan mayoritas penurunan pada awal tahun ini.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak mixed dengan mayoritas penurunan pada awal tahun ini. Senin (4/1) pukul 8.37 WIB, indeks Nikkei 225 turun 1,25% ke 27.105.

Indeks Hang Seng melemah 0,20% ke 27.176. Straits Times melemah 0,25% ke 2.836. FTSE Malaysia turun 0,78% ke 1.614.

Sedangkan Taiex menguat 0,32% ke 14.778. Indeks Kospi juga naik 0,35% ke 2.883.

Harapan pada pasar saham akan terbatas mengingat sejumlah indikator positif sudah dihitung pada peningkatan sebelumnya (priced in). Investor juga bertransaksi dengan lebih hati-hati di tengah aksi tunggu pemilihan di Georgia, Amerika Serikat (AS) untuk menentukan dua kursi Senat. Hasil pemilihan Selasa (5/1) akan menentukan partai yang mengontrol Senat.

Jika Republik menang satu atau keduanya, maka partai ini akan mempertahankan mayoritas tipis di Senat dan bisa memblokir kebijakan Presiden Joe Biden.

Baca Juga: Harga minyak turun menjelang pertemuan OPEC+, Senin (4/1)

Rabu pekan ini, pasar saham akan menunggu catatan rapat Federal Reserve bulan Desember mengenai panduan kebijakan selanjutnya. Selain itu, data manufaktur ISM juga akan dirilis pekan ini. Jumat, laporan tenaga kerja AS akan dirilis dengan prediksi kenaikan tipis 100.000 pekerja.

"Sejumlah indikator aktivitas ekonomi yang segera dirilis akan menunjukkan momentum yang melambat menjelang tutup tahun, termasuk data pasar tenaga kerja yang menurun pada survei periode Desember," kata ekonom Michael Gapen dalam catatan yang dikutip Reuters.

Baca Juga: Harga emas naik meski vaksin mulai didistribusikan, ini penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×