kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Bursa Asia jeblok, indeks acuan Australia alami bear market


Senin, 08 Agustus 2011 / 15:13 WIB
ILUSTRASI. Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan istrinya Mehriban mengunjungi Rumahsakit Militer Pusat Kementerian Pertahanan untuk bertemu dengan prajurit, yang terluka dalam bentrok dengan pasukan Armenia, di Baku, Azerbaijan, Rabu (30/9/2020).


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Sebagian besar bursa saham Asia ditransaksikan jeblok hari ini. Kondisi itu menyebabkan indeks acuan regional berada di level paling rendah dalam setahun terakhir. Tidak hanya itu, bursa Australia juga mengalami bear market setelah Standard & Poor's memangkas kredit rating AS.

Pada pukul 16.40 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific anjlok 2,5% menjadi 122,97. Ini merupakan level terendah sejak 10 September 2010. Sementara itu, indeks Hang Seng Hongkong melorot 2,2%, indeks Shanghai COmposite turun 3,8%, indeks Kospi turun 3,8%, dan indeks Nikkei 225 Stock Average turun 2,2%.

Khusus indeks S&P/ASX 200 Australia, pada penutupan sore ini mengalami penurunan 2,9%. Dengan demikian, indeks S&P/ASX 200 tergerus di bawah level 4.000, yang menandakan sudah mengalami penurunan sebesar 20% dari level tertinggi pada April 2010.

Sejumlah saham yang mempengaruhi pergerakan bursa Asia hari ini diantaranya Li & Fung Ltd yang turun 2,3% di Hongkong, Sony Corp turun 3,8% di Tokyo, Toyota Motor Corp turun 1,6% di Tokyo, serta BHP Billiton Ltd turun 4% di Sydney.

"Sentimen negatif datang dari penurunan rating kredit utang AS. pasar saham menjadi salah satu yang dilanda kepanikan. Dibutuhkan usaha bersama bank sentral dunia untuk menghindari kondisi terburuk dari saat ini. Itu artinya, masa ketidakpastian akan berlangsung dalam waktu cukup lama," jelas Prasad Patkar dari Platypus Asset Management Ltd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×