kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.907   37,00   0,21%
  • IDX 5.679   -141,56   -2,43%
  • KOMPAS100 733   -19,14   -2,54%
  • LQ45 559   -13,84   -2,41%
  • ISSI 197   -4,17   -2,07%
  • IDX30 317   -7,81   -2,40%
  • IDXHIDIV20 391   -9,64   -2,40%
  • IDX80 83   -2,22   -2,60%
  • IDXV30 106   -2,06   -1,90%
  • IDXQ30 102   -2,66   -2,53%

Bursa Asia dibayangi inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar


Kamis, 14 Oktober 2021 / 08:46 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia bergerak bervariasi di awal perdagangan Kamis (14/10).


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak bervariasi di awal perdagangan Kamis (14/10). Pukul 8.40 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,90% ke 28.394. Kospi melesat 1,26% ke 2.981. Taiex menguat 0,60% ke 16.446.

Sedangkan Straits Times turun 0,50% ke 3.140. FTSE Bursa Malaysia pun melemah 0,33% ke 1.595.

Bursa Singapura turun setelah Monetary Authority of Singapore (MAS) mengetatkan kebijakan moneter lewat penetapan nilai tukar. MAS menaikkan sedikit kecuraman nilai tukar Nominal Effective Exchange Rate (S$NEER) dari sebelumnya 0%.

Baca Juga: Berikut saham-saham pilihan MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini (14/10)

Ini adalah pengetatan pertama kebijakan MAS sejak Oktober 2018. Perubahan ini menyusul prediksi inflasi inti sebesar 1%-2% di tahun depan dan mendekati 2% untuk jangka menengah. 

Bayang-bayang inflasi pun tampak di Jepang.  Sejumlah harga barang konsumen di Jepang meningkat pada bulan September, dipicu oleh kenaikan harga komoditas.

Baca Juga: IHSG hari ini rawan aksi profit taking, saham-saham ini bisa dilirik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×