kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa Asia Bergerak Mixed, Mayoritas Indeks Menguat


Rabu, 09 Maret 2022 / 08:27 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia. (Kyodo)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mayoritas bursa Asia bervariasi pada perdagangan Rabu (9/3) pagi, dengan mayoritas indeks menguat. Pukul 08.18 WIB, indeks Nikkei 225 naik 148,44 poin atau 0,60% ke 24.936,68, Taiex naik 217,46 poin atau 1,33% ke 17.057,30, ASX 200 naik 56,97 poin atau 0,82% ke 7.037,50, Straits Times turun 5,74 poin atau 0,18% ke 3.142,66, dan FTSE Malaysia naik 1,61 poin atau 0,10% ke 1.548,92.

Pergerakan bursa Asia yang bervariasi saat Inggris dan AS melarang impor minyak dari Rusia yang mendukung rally harga minyak.

Mengutip Bloomberg, harga minyak naik lebih tinggi setelah AS melarang impor bahan bakar fosil Rusia sebagai pembalasan atas invasi ke Ukraina.

Inggris akan melarang impor minyak Rusia tetapi menyimpan cadangan gas alam dan batubara. Minyak mentah west texas intermediate menyentuh harga US$ 125 per barel, tertinggi sejak 2008.

Baca Juga: Bursa Asia Melorot Pada Perdagangan Senin (7/3) Pagi

Gejolak harga komoditas terus berlanjut karena perang dan sanksi terhadap Rusia. Gangguan pasokan besar dan guncangan inflasi dapat melumpuhkan pertumbuhan global.

Perang dan kekacauan aliran bahan mentah akan mengarah pada volatilitas di berbagai aset secara berkelanjutan.

"Durasi serangan ini benar-benar akan membebani ekonomi Eropa dan AS," kata Victoria Fernandez, kepala strategi pasar Crossmark Global Investment seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×