kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa AS tertahan kekhawatiran pertemuan Trump-Xi


Jumat, 07 April 2017 / 06:27 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Sanny Cicilia

NEW YORK. Bursa Amerika Serikat mengakhiri perdagangan Kamis (6/4) sedikit lebih tinggi dibanding hari sebelumnya. Investor menahan diri sembari menunggu hasil pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 14,8 poin atau 0,07% menjadi 20.662,95. Indeks S&P 500 memperoleh 4,54 poin atau 0,19% menjadi 2.357,49 setelah sempat mencapai 2364.16.

Indeks Nasdaq Composite bertambah 14,47 poin atau 0,25% menjadi 5.878,95.

Empat dari sebelas sektor S&P berakhir dengan penurunan. Indeks energi naik 0,8% seiring dengan kenaikan harga minyak yang hampir mencapai kembali harga tertinggi sebulan terakhir.

Trump dan Xi akan bertemu pada Kamis malam di Palm Beach, Florida. Pertemuan dua pemimpin negara perekonomian terbesar dunia ini akan disimpulkan pada Jumat siang waktu setempat.

"Orang-orang khawatir pertemuan ini gagal karena presiden China memiliki banyak pengalaman sedangkan AS memiliki politisi pemula. Pertemuan ini akan menentukan bagaimana hubungan ke depan, sehingga kita tidak ingin nadanya negatif," kata Peter Costa, Presiden Empire Execution, New York, dikutip Reuters.

Wall Street memangkas perolehan keuntungan di awal perdagangan setelah Menteri Luar Negeri AS Rex Tillierson mengatakan, pertemuan ini akan ditujukan mencari komitmen dari China dalam memprioritaskan kesejahteraan AS. 

"Tillerson menunjukkan, pertemuan tersebut akan lebih konfrontasi ketimbang pembicaraan pertemanan antara Trump dan Xi," kata Brian Jacobsen, Chief Portfolio Strategist Wells Fargo Funds Management di Menomonee Falls.

Bursa Amerika berupaya menguat setelah Rabu melemah akibat pernyataan bank sentral AS Federal Reserve yang mengatakan berencana memangkas pembelian obligasi senilai US$ 4,5 triliun pada tahun ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×