kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.450
  • EMAS665.000 -0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

BUMI targetkan produksi 2019 naik 16%

Selasa, 12 Februari 2019 / 21:55 WIB

BUMI targetkan produksi 2019 naik 16%
Ari S Hudaya, Presiden Direktur PT Bumi Resources Tbk

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) targetkan pertumbuhan produksi 2019 mencapai 94 juta ton atau naik 16,04% dari perolehan 2018 yakni 81 juta ton. Dengan begitu, total pendapatan yang bakal diperoleh tahun ini bisa mencapai US$ 5,8 miliar atau setara Rp 81,2 triliun (kurs Rp 14.000 per dolar AS).

"Kalau pakai harga rata rata (batubara) tahunan US$ 57 per ton, ya (pendapatan) hampir US$ 5,8 miliar, tahun lalu kan US$ 5,3 miliar, itu pendapatan dari batubara saja," kata Direktur Utama BUMI Saptari Hoedaja, Selasa (12/2).


Baca Juga

Perusahaan itu optimistis bisa mencapai target tersebut, lewat dukungan alat produksi dan infrastruktur yang sudah ada. Di samping itu, BUMI juga terus mendorong efisiensi dengan menekan biaya produksi di 2019.

Harapannya, lewat efisiensi biaya produksi perusahaan itu sanggup menghasilkan laba yang cukup baik. Sehingga, kontribusi emiten kepada pemerintah juga bisa meningkat.

Selain itu, BUMI juga melakukan efisiensi dalam hal transportasi logistik. Salah satu kiat yang dilakukan yakni dengan membangun infrastruktur dan mengurangi ketergantungan solar.

Bahkan, saat ini Bumi Resources tengah mendesign land fan fire belt atau alat untuk mengangkut batubara, tanpa perlu menggunakan perantara truk. Dengan begitu, perusahaan itu mampu menghemat biaya transportasi dari sisi biaya solar.

Meskipun begitu, Saptari mengakui masih terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi BUMI di 2019. Pertama terkait kinerja operasional terhadap kondisi cuaca. Kedua, ketersediaan alat, di mana waktu yang dibutuhkan untuk memesan alat bisa mencapai satu tahun dan bakal menyebabkan deadlock produksi. "Tapi saya sudah katakan kepada managemen untuk menggunakan alat yang ada, kita juga jaga performance alat supaya bisa dipakai maximum," ujarnya.

Tantangan lainnya, ketersediaan suku cadang yang minim seperti ban. Sebagaimana diketahui, ban truk alat berat belum diproduksi di dalam negeri, sehingga emiten perlu impor.

Terkait tren penurunan harga batubara akhir akhir ini, Saptari mengungkapkan kuncinya adalah menjaga produksi, kualitas dan tepat waktu dalam menyalurkan produksi. Apalagi, pergerakan indeks batubara dunia cenderung dikendalikan oleh supply dan demand.

"Kalau kita bisa menjaga ketersediaan batubara dan medeliver on time, di mana konsumer sangat bergantung pada ketersediaan batubara, itu jadi kunci sukses kita ke depan dalam persaingan industri," ungkapnya.


Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0683 || diagnostic_web = 0.3139

Close [X]
×