kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Bumi Resources Minerals (BRMS) kantongi izin rights issue


Rabu, 11 November 2020 / 18:42 WIB
Bumi Resources Minerals (BRMS) kantongi izin rights issue
ILUSTRASI. Bumi Resources Minerals (BRMS) kantongi izin rights issue


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengantongi restu untuk melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Keputusan ini diperoleh dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, hari ini (11/11).

Direktur dan Investor Relations Bumi Resources Minerals Herwin W. Hidayat mengatakan, persetujuan ini sejalan dengan rencana BRMS untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 24 miliar saham baru Seri B dan sebanyak-banyaknya 24,5 miliar saham baru untuk waran seri II, tergantung dari pelaksanaannya.

Herwin menjabarkan, dana segar hasil aksi korporasi ini akan digunakan anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tersebut untuk tiga hal utama. Pertama,  untuk pengembangan usaha yang meliputi pembangunan pabrik baru dengan kapasitas produksi 4.000 ton bijih emas per hari.

Adapun pabrik ini diperlukan untuk mengolah bijih emas dan perak menjadi dore bullion dari beberapa prospek di blok Poboya, Palu, Sulawesi Tengah. Dana hasil righs issue juga bisa digunakan untuk pembangunan fasilitas pendukung operasional tambang dan pembelian peralatan penambangan

Baca Juga: Ini saham-saham dengan net buy dan net sell asing terbesar bulan Oktober

Dari sisi pengembangan usaha, BRMS akan menggunakan dana hasil rights issue untuk pekerjaan pengeboran detail terkait dengan potensi penambahan cadangan bijih emas dan perak dari prospek di proyek tambang Palu, serta potensi penambahan cadangan bijih tembaga, emas, perak dari prospek di proyek tambang Gorontalo.

Kedua, dana juga akan digunakan untuk pelunasan tagihan BRMS dan unit usaha dalam rangka kegiatan operasional dan pengembangan unit usaha. Ini termasuk diantaranya persiapan pelaksanaan konstruksi dan pengoperasian pabrik pertama dengan kapasitas 500 ton bijih emas per hari yang telah beroperasi sejak Februari 2020, yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh induk usaha BRMS, yakni BUMI.

Ketiga, guna memenuhi keperluan pembiayaan modal kerja untuk kegiatan operasional terkait dengan proyek tambang emas dan perak di Palu yang dioperasikan oleh anak usaha BRMS, yaitu PT Citra Palu Minerals (CPM).  Dana hasil aksi korpoasi juga digunakan untuk keperluan proyek tambang tembaga, emas, perak di Gorontalo, yang dioperasikan oleh anak usaha BRMS lainnya, yakni PT Gorontalo Minerals.

Baca Juga: Saham INCO dan TLKM paling banyak dijual asing pada Oktober, ini daftar lengkapnya

“Pembangunan dua tambahan pabrik pengolahan bijih emas dengan kapasitas yang lebih besar, yakni di Poboya, Palu, akan berdampak terhadap peningkatan produksi emas, kenaikan penjualan, dan kenaikan laba Perusahaan,” terang Herwin, Rabu (11/11).

Selain itu, pekerjaan pengeboran juga dilakukan dalam usaha untuk menambah jumlah cadangan dan sumber daya bijih emas yang sebagian besar dilakukan di Palu). Hal ini diharapkan dapat berdampak terhadap umur tambang produktif yang semakin panjang.

Entitas usaha BUMI ini memang belum merilis kinerja untuk kuartal ketiga 2020. Hanya saja, BRMS membukukan kinerja yang cukup solid sepanjang semester pertama 2002.

Tercatat, BRMS membukukan laba bersih sebesar US$ 955.388 sepanjang semester I tahun ini, naik 2,4% secara year-on-year (YoY). Namun dari sisi topline, BRMS membukukan pendapatan senilai US$ 2,55 juta, atau turun 13,9% secara tahunan.

Tambang emas pun mulai berkontribusi positif terhadap kinerja BRMS. Hingga periode 30 Juni 2020, sebanyak US$ 408.319 atau sekitar 16% pendapatan BRMS berasal dari penjualan produk emas yang dihasilkan oleh anak perusahaan, yakni PT Citra palu Minerals.

Baca Juga: Rencana Antam (ANTM) Mengantarkan IPO Logam Mulia Akan Ramaikan Emiten Emas di Bursa

Sepanjang Semester I-2020, fasilitas produksi miliki BRMS di Poboya telah memproduksi dan mengirimkan 25,25 kilogram (kg) dore bullion ke fasilitas pemurnian (smelter) Logam Mulia yang dioperasikan oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di Jakarta. Adapun Fasilitas produksi di Poboya tersebut memiliki kapasitas untuk mengolah sampai dengan 500 ton bijih emas per hari.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham BRMS ditutup stagnan di level Rp 61 per saham. Dalam sepekan perdagangan, saham BRMS  telah memberikan return sebesar 8,93%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×