kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Bumi Resources Minerals (BRMS) Gelontorkan US$ 4,21 Juta untuk Eksplorasi Mineral


Selasa, 13 Oktober 2026 / 05:30 WIB
Bumi Resources Minerals (BRMS) Gelontorkan US$ 4,21 Juta untuk Eksplorasi Mineral
ILUSTRASI. PT Bumi Resources Minerals Tbk (Dok/BRMS)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melanjutkan kegiatan eksplorasi mineral melalui sejumlah anak usahanya sepanjang Juli hingga September 2026.

Kegiatan tersebut mencakup pengeboran sumber daya, pemetaan geologi, pengambilan sampel, serta kajian metalurgi di sejumlah wilayah tambang.

Berdasarkan keterbukaan informasi BRMS pada Senin (12/10/2026), anak usaha BRMS yang melakukan kegiatan eksplorasi antara lain PT Citra Palu Minerals (CPM), PT Gorontalo Minerals, PT Linge Mineral Resources (LMR), dan PT Suma Heksa Sinergi (SHS). Selain itu, PT Dairi Prima Mineral (DPM) melanjutkan kegiatan pendataan sampel dari sejumlah prospek mineral.

PT Citra Palu Minerals mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar US$ 2,35 juta. Kegiatan utamanya berfokus pada pengeboran sumber daya di Blok I Poboya, Sulawesi Tengah, dengan total kedalaman kumulatif mencapai 128.123,85 meter dari 619 titik bor. Hingga akhir September 2026, pengeboran masih berlangsung di tujuh titik.

CPM juga melanjutkan pemetaan geologi dan pengambilan sampel batuan serta tanah di sejumlah blok eksplorasi. Selain itu, perusahaan melakukan survei elektromagnetik udara sepanjang 1.203 kilometer lintasan di Blok I. Salah satu kendala yang dihadapi adalah aktivitas penambangan tanpa izin di sekitar area eksplorasi.

Sementara itu, PT Gorontalo Minerals mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar US$ 1,83 juta. Kegiatan eksplorasi berfokus pada Kompleks Cabang Kiri di Blok I Tombulilato, Gorontalo, melalui pengeboran sumber daya, pengeboran awal atau scout drilling, serta kajian geoteknik.

Baca Juga: EMAS Kucurkan Pinjaman Rp 6,45 Triliun untuk Pacu Ekspansi Tambang Emas Pani

Hingga periode pelaporan, pengeboran di Kompleks Cabang Kiri telah mencapai kedalaman kumulatif 34.540,3 meter dari 43 lubang bor. Perusahaan juga melanjutkan pemetaan geologi dan pengambilan sampel batuan permukaan di sejumlah prospek, serta menyiapkan kajian metalurgi untuk mendukung pengembangan proyek.

Namun, kegiatan eksplorasi Gorontalo Minerals menghadapi kendala berupa penambangan tanpa izin di area rencana pengeboran Kompleks Motomboto dan sepanjang jalur pembukaan jalan perintis.

Adapun PT Linge Mineral Resources mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar US$ 195.610,71. Kegiatan selama kuartal III mencakup pengiriman 1.342 sampel tanah dan 987 sampel batuan permukaan ke laboratorium untuk analisis geokimia, serta pengiriman sampel inti bor untuk pengujian metalurgi awal.

LMR berencana melanjutkan pemetaan geologi di area Proyek Abong dan sekitarnya. Perusahaan juga menyiapkan pengujian metalurgi lebih lanjut untuk menentukan metode pengolahan yang sesuai. Dalam pelaksanaannya, LMR masih menghadapi kendala akses akibat dampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tengah, serta aktivitas penambangan tanpa izin di sejumlah prospek.

Sementara itu, PT Suma Heksa Sinergi mencatat biaya eksplorasi sebesar US$ 289.731,28. Perusahaan telah menyelesaikan pengeboran di Prospek Cisadang Central untuk program penambahan titik bor di area sumber daya atau infill drilling. Total pengeboran kumulatif di Proyek Kerta mencapai 13.939,5 meter dari 60 lubang bor.

SHS juga melanjutkan eksplorasi regional melalui pemetaan geologi dan pengambilan sampel batuan serta tanah di sejumlah area, termasuk West Pasir Awi, North East Gember, dan South Pasir Awi. Selanjutnya, perusahaan berencana melakukan pengeboran awal di anomali South East Pasir Awi dan melanjutkan pengeboran di Prospek Cisadang West.

Dalam laporan yang sama, PT Dairi Prima Mineral mencatat biaya eksplorasi sebesar US$ 26.719,38. Kegiatan pada periode tersebut difokuskan pada pengumpulan kembali dan pendataan sampel sisa analisis laboratorium yang tersimpan di gudang. DPM juga merencanakan penambahan titik bor di Prospek Lae Jehe dan Basecamp.

Baca Juga: Emiten Jasa Tambang Dapat Panggung Baru Berkat Aturan Baru Kementerian ESDM

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×