Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Buma Internasional Grup Tbk (DOID) berupaya memperkuat bisnisnya di luar negeri. Kali ini, DOID melalui anak usahanya yaitu Bukit Makmur Mandiri Utama Pte Ltd (BUMA SG) melaksanakan transaksi penyertaan saham pada 29Metals Limited.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 20 Januari 2026 BUMA SG menandatangani Surat Pra-Komitmen sehubungan dengan penyertaan saham oleh BUMA SG atas Penawaran Hak Institusional oleh 29Metals secara pro rata.
Berdasarkan surat tersebut, BUMA SG berkomitmen melaksanakan seluruh haknya terkait dengan penawaran institusional dalam rangka mempertahankan kepemilikan sahamnya sebesar 19,44% di 29Metals dengan mengambil bagian sebanyak 72.903.717 saham baru di harga penyertaan AU$ 0,40 per saham atau setara dengan AU$ 29.161.486. Tanggal penyelesaian atas penyertaan saham ini adalah 28 Januari 2026.
Baca Juga: Harga Emas Antam Berpeluang Tembus Rp 3 Juta per Gram Pekan Depan, Ini Sentimennya
Ketika tanggal penyelesaian, kepemilikan BUMA SG di 29Metals akan meningkat dari 266.827.604 saham menjadi 339.731.321 saham, sehingga porsi kepemilikan BUMA SG di perusahaan tersebut tetap 19,44%.
29Metals merupakan perusahaan pertambangan tembaga dan logam dasar lainnya yang beroperasi di Australia dan juga merupakan perusahaan investasi DOID, sehingga transaksi ini termasuk dalam transaksi afiliasi.
“Penyertaan saham dilakukan dalam rangka mempertahankan persentase kepemilikan saham BUMA SG pada 29Metals serta untuk melindungi nilai investasi perusahaan,” tulis Direktur BUMA Internasional Grup Iwan Fuad Salim dalam keterbukaan informasi, Kamis (22/1/2026).
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, transaksi penyertaan saham ini akan berdampak positif bagi DOID yang sedang aktif melakukan transformasi bisnis sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap komoditas batubara termal.
“Transaksi ini juga memperkuat pilar bisnis DOID di Australia yang menjadi penopang utama,” ujar dia, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga: WIKA Beton (WTON) Ikut Proyek Trackwork MRT Jakarta Fase 2A Paket CP205
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan, upaya DOID melalui BUMA SG yang mempertahankan kepemilikan di 29Metals sangat krusial, mengingat perusahaan tersebut menjadi andalan bagi DOID untuk menjalankan diversifikasi bisnis di sektor mineral.
Jika diversifikasi bisnis ini berjalan lancar, bukan tidak mungkin pendapatan DOID dari sektor non-batubara akan meningkat signifikan dalam beberapa waktu mendatang. “Dalam satu atau dua tahun mendatang harusnya kalau diversifikasi lancar nanti pendapatan di sektor batubara bisa di bawah 50%,” imbuh dia, Minggu (25/1/2026).
Khusus tahun ini, Wafi memperkirakan prospek kinerja DOID cukup solid berkat strategi ekspansi agresif namun selektif di sektor mineral dan logam dasar. Diversifikasi ini juga penting untuk perbaikan profil environmental social governance (ESG), akses pendanaan, dan mengejar margin kontrak luar negeri yang lebih tinggi.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound pada Senin (26/1/2026), Cek Rekomendasi Saham Pilihannya
Risiko utama bagi DOID masih berasal dari dinamika fluktuasi harga batubara dan tingginya beban bunga utang. Oleh karena itu, langkah mitigasi DOID mesti difokuskan pada aspek efisiensi operasional dan percepatan kontribusi pendapatan non-batubara demi menstabilkan arus kas.
Dari situ, Wafi merekomendasikan beli saham DOID dengan target harga di level Rp 380 per saham. Adapun Nafan menyarankan investor untuk wait and see saham DOID.
Selanjutnya: AS Dihantam Badai Musim Dingin, Listrik Padam dan 4.000 Penerbangan Dibatalkan
Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













