kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Bullish IHSG Diprediksi Berlanjut, IPOT Rekomendasikan Sektor Properti dan Tambang


Minggu, 11 Januari 2026 / 18:59 WIB
Bullish IHSG Diprediksi Berlanjut, IPOT Rekomendasikan Sektor Properti dan Tambang
ILUSTRASI. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih berlanjut pada pekan depan. Sepanjang sepekan terakhir, IHSG menguat 0,13% ke level 8.936.

Bahkan pada Kamis (8/1/2026), indeks sempat menembus rekor All-Time High (ATH) di 9.000 secara intraday. Investor asing juga tercatat melakukan pembelian yang signifikan, dengan inflow mencapai sekitar Rp1,6 triliun di pasar reguler.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan mengatakan bahwa kombinasi sentimen global dan domestik menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Mengyat Senin (12/1) Didorong Sentimen Global dan Domestik

“Pergerakan IHSG dalam sepekan terakhir sangat dipengaruhi oleh dinamika global, khususnya sinyal hawkish Bank of Japan yang memunculkan potensi unwinding carry trade,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, ancaman kenaikan suku bunga di Jepang membuat likuiditas global lebih berhati-hati.

“Investor yang sebelumnya memanfaatkan pinjaman yen murah untuk berinvestasi di emerging market mulai memulangkan dana mereka,” kata David.

Dari sisi global, reli harga komoditas juga turut menjadi penopang penguatan indeks. Harga tembaga mencatat rekor tertinggi yang dipicu oleh tingginya permintaan untuk kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan kendaraan listrik.

“Reli harga komoditas, terutama tembaga, menjadi bahan bakar bagi pergerakan saham-saham sektor barang baku dan energi,” jelas David.

Sementara itu, sentimen domestik juga menopang pergerakan IHSG. Salah satunya adalah fenomena January Effect yang membuat manajer investasi aktif menata ulang portofolio di awal tahun.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Terkoreksi pada Senin (12/1), Intip ​Saham Rekomendasi Analis

“Kita melihat efek musiman di mana rebalancing portofolio kembali mendorong likuiditas masuk ke pasar,” kata David.

Ia juga menyoroti derasnya arus modal asing yang terus mengalir ke Indonesia.

“Bank Indonesia mencatat net buy asing sebesar Rp1,44 triliun hanya dalam pekan pertama Januari. Ini menunjukkan kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi kita,” tegasnya.

Memasuki pekan perdagangan singkat 12-15 Januari 2026, David menilai IHSG masih berada dalam fase bullish. Meski begitu, ia mengingatkan agar investor tetap fokus pada saham-saham yang memiliki momentum kuat.

“Trader sebaiknya memantau saham-saham uptrend dengan money flow tinggi. Pekan lalu, sektor properti kembali menunjukkan aliran dana yang positif,” kata dia.

David juga menegaskan pentingnya disiplin risiko. “Risk management harus tetap dipegang. Jangan asal ikut euforia,” ucapnya.

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham di Pekan Depan, IHSG Berpeluang Volatile

David meminta pelaku pasar mencermati rilis Neraca Perdagangan periode Desember yang dijadwalkan keluar pekan ini. “Pasar menunggu apakah surplus perdagangan masih dapat dipertahankan. Jika surplus tetap kuat, nilai tukar Rupiah akan lebih stabil dan minat investor asing bisa terus terjaga,” ujarnya.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×