kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.774   78,50   1,38%
  • KOMPAS100 749   13,86   1,89%
  • LQ45 569   11,92   2,14%
  • ISSI 200   1,33   0,67%
  • IDX30 322   6,75   2,14%
  • IDXHIDIV20 397   7,89   2,03%
  • IDX80 85   1,63   1,95%
  • IDXV30 108   1,54   1,45%
  • IDXQ30 104   1,82   1,78%

Bukit Asam ekspansi pembangkit dan jalur kereta


Senin, 21 Mei 2018 / 12:54 WIB
ILUSTRASI. Tambang Batubara Bukit Asam


Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan melanjutkan proyek pembangkit listrik tenaga panas batubara di Kuala Tanjung, Sumatra Utara. Kapasitas proyek ini sebesar 750 MW ditargetkan untuk menyuplai proyek aluminium smelting milik induk usahanya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan proyek pengembangan Inalum lainnya di Kuala Tanjung.

"Proyek ini akan memakan biaya sebesar US$ 1,05 miliar dan akan dikerjakan selama 3,8 tahun atau diperkirakan selesai paling lambat 2022," imbuhnya.

Arviyan bilang, PTBA juga akan membangun rel kereta api untuk memudahkan distribusi batubara dari terminal batubara (coal terminal) yang ada di Tarahan ke Pelabuhan batubara ke Tanjung Enim dan (barging port) yang ada di Kertapati. Proyek ini berkapasitas 30 million tons per annum (MTPA). 

Tanjung Enim ke Kertapati memiliki kapasitas 5 MTPA akan selesai tahun depan. Tanjung Enim ke Tarahan yang berkapasitas 20,3 MTPA juga akan selesai tahun depan, tapi akan diupgrade menjadi 25 MTPA dan diselesaikan pada tahun 2020.

Arviyan juga mengungkapkan bahwa PTBA juga memiliki proyek rel kereta api baru untuk menghubungkan Kertapati dengan pelabuhan batubara di Prajin dan Lago. Proyek ini berkapasitas 10 MTPA dan akan selesai tahun 2022.

"Sementara itu, ada juga pembangunan rel kereta api baru di bagian selatan Lampung yang berdekatan dengan Tarahan. Kapasitasnya sebesar 20 MTPA dan akan selesai pada tahun 2023," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×