kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bukan Anggota Bursa, BEI Bakal Jadi Penerbit SSF Perdana di Kuartal I-2024


Senin, 04 Maret 2024 / 18:19 WIB
Bukan Anggota Bursa, BEI Bakal Jadi Penerbit SSF Perdana di Kuartal I-2024
ILUSTRASI. peluncuran Single Stock Future (SSF) akan dilakukan pada kuartal I-2024


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan peluncuran Single Stock Future (SSF) akan tetap berlangsung pada kuartal I-2024. Namun penerbitan perdana ini akan ditawarkan oleh BEI sendiri.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan, penerbitan perdana single stock future tidak akan diterbitkan oleh anggota bursa (AB), tetapi oleh BEI. 

"Nantinya AB yang berpartisipasi dalam perdagangan single stock future adalah AB yang sudah mendapatkan izin dari BEI sebagai anggota bursa derivatif," katanya, Senin (4/3). 

Sementara itu, Jeffrey menjelaskan persiapan yang sedang berjalan saat ini adalah persiapan AB dari sisi sistem maupun perizinan. Hingga saat ini, belum ada AB yang memperoleh izin derivatif. 

Baca Juga: Segera Diluncurkan, Persiapan Single Stock Future (SSF) Memasuki Tahap Akhir

"Beberapa AB baru menyatakan minat dan sedang proses izin serta persiapan sistem. Sistemnya akan didukung oleh BEI melalui IDX STI, tetapi diperlukan integrasi," ucap Jeffrey. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan sudah ada 16 anggota bursa yang menyatakan minatnya untuk berpartisipasi dalam meluncurkan produk SSF. Kemudian ada enam AB yang siap melakukan uji coba. 

Sementara hanya ada satu anggota bursa yang bersedia menjadi liquidity provider. OJK menyampaikan proses persiapan peluncuran SSF sudah dalam tahap akhir. 

Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK menyampaikan pengembangan SSF sudah memasuki tahap akhir, termasuk proses revisi aturan atas SSF sudah sudah selesai dilakukan.

Saat ini OJK sedang melakukan perubahan peraturan pendukung di tingkat PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), yang telah memasuki tahap akhir. Inarno bilang perubahan ini untuk mempermudah pelaksanaan transaksi.

Baca Juga: Begini Perkembangan Peralihan Pengawasan Produk Derivatif dari Bappebti ke OJK

"Dalam rangka mengakomodir proses dari rekening bank menjadi sub rekening efek di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk efisiensi pelaksanaan transaksi," katanya dalam konferensi pers, Senin (4/3). 

Untuk diketahui, single stock futures merupakan saham tunggal yang dijadikan kontrak derivatif. Produk ini diharapkan bisa menjadi pelindung nilai portofolio pada saat market bearish. 

Nantinya single stock futures akan menggunakan underlying saham dari konstituen indeks LQ45 dengan periode kontrak bervariasi dari satu bulan hingga tiga bulan.

BEI telah memiliki produk derivatif dengan underlying indeks dan surat utang, yaitu IDX LQ45 Futures, IDX30 Futures, Indonesia Government Bond Futures dan Basket Bond Futures. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×