kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Bukalapak (BUKA) Cetak Adjusted EBITDA Positif Semester I


Selasa, 28 Juli 2026 / 23:12 WIB
Bukalapak (BUKA) Cetak Adjusted EBITDA Positif Semester I
ILUSTRASI. CEO Bmoney, Angganata Sebastian (Dok/BUKA)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan Adjusted EBITDA sebesar Rp 10 miliar sepanjang semester I-2026, berbalik dari negatif Rp34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

EBITDA yang telah disesuaikan merupakan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang kemudian ditambah atau dikurangi pos-pos tertentu yang dianggap tidak berulang. EBITDA khusus di kuartal II mencapai Rp 6 miliar.

Capaian tersebut sejalan dengan perolehan pendapatan sebesar Rp 4 triliun sepanjang enam bulan pertama tahun ini, meningkat 29% secara tahunan. Pada kuartal II pendapatan perseroan mencapai Rp 1,6 triliun. Margin kontribusi BUKA kuartal II tercatat sebesar Rp72 miliar dan margin kontribusi selama 1H26 tumbuh 11% menjadi Rp171 miliar.

Direktur PT Bukalapak.com Tbk Victor Putra Lesmana mengatakan adjusted EBITDA yang tetap positif sepanjang semester I 2026 mencerminkan kemajuan transformasi perseroan. “Di tengah ketidakpastian ekonomi, Bukalapak tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen,” kata Victor dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: Dana IPO Bukalapak Rp 21,33 Triliun Habis Dipakai, Kinerja Masih Jadi Sorotan

Pada periode April-Juni 2026, segmen Gaming mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,39 triliun. Alhasil, total pendapatan dari segmen ini sepanjang semester I tumbuh 42% menjadi Rp3,5 triliun, didukung oleh pengembangan bisnis internasional. 

Victor bilang, segmen gaming juga mencatat Adjusted EBITDA positif secara konsisten, yaitu sebesar Rp7 miliar pada 2Q26.

Pendapatan Mitra Bukalapak turun dari Rp188 miliar pada kuartal II 2025 menjadi Rp152 miliar pada kuartal II 2026. Sepanjang semester I 2026, pendapatan juga turun 27% secara tahunan seiring strategi perseroan yang lebih selektif memilih produk untuk mendorong profitabilitas.

Meski pendapatan menurun, strategi tersebut mulai membuahkan hasil. Margin kontribusi Mitra naik 48% menjadi Rp29 miliar pada kuartal II 2026. Adjusted EBITDA juga berbalik positif menjadi Rp 8 miliar, dari rugi Rp9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Bisnis layanan investasi Bukalapak melalui BMoney terus mencatatkan pertumbuhan. Pada semester I 2026, pendapatan naik 68% secara tahunan menjadi Rp44 miliar dari Rp26 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Margin kontribusi juga meningkat 62% menjadi Rp15 miliar, didukung oleh pertumbuhan assets under management (AUM) yang melampaui Rp6 triliun.

Baca Juga: Segmen Gaming Jadi Penopang Kinerja Bukalapak (BUKA) pada Kuartal I-2026

Sementara itu, segmen ritel membukukan pendapatan Rp 60 miliar pada kuartal II 2026. Sepanjang semester I 2026, pendapatan segmen ini turun 14% menjadi Rp139 miliar dari Rp162 miliar pada semester I 2025. Penurunan tersebut sejalan dengan strategi perseroan yang lebih selektif dalam mengelola portofolio produk, persediaan, dan ekspansi jaringan gerai.

“Perkembangan positif yang berkelanjutan pada segmen Gaming, pencapaian Adjusted EBITDA positif segmen Mitra, dan pertumbuhan segmen Investment menunjukkan kemajuan dari strategi yang kami jalankan. Dengan dukungan neraca yang solid, kami akan terus menjaga disiplin operasional dan berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan di seluruh segmen,” tutup Victor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×