kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

BP Jamsostek alokasikan Rp 8 triliun untuk borong saham yang lagi diskon


Senin, 16 Maret 2020 / 12:11 WIB
ILUSTRASI. Warga melintas di samping layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (13/3/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat (13/3/2020) sore, ditutup menguat 11,82 poin atau 0


Reporter: Kenia Intan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) memanfaatkan kondisi pasar yang tengah lesu untuk masuk ke pasar saham. BP Jamsostek mengalokasikan hingga Rp 8 triliun sampai akhir tahun 2020.

" Itu dengan asumsi kalau kami buy saja tidak ada proses jual," kata Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/3).

Baca Juga: Bank Mandiri gandeng BPJS Ketenagakerjaan siapkan perlindungan bagi debitur KUR

Jika ada proses rebalancing, lanjut Agus, maka dana yang digelontorkan memungkinkan akan lebih besar. Sebagai gambaran, sejak awal tahun hingga bulan Februari, BP Jamsostek telah melakukan transaksi di pasar saham hingga Rp 20 triliun.

Rinciannya Rp 10 triliun beli dan Rp 9 triliun jual, dengan net buy sekitar Rp 1 triliun.

Asal tahu saja, selama ini, alokasi investasi BP Jamsostek di pasar saham sebesar 19% dari total dana kelolaannya. Untuk tahun ini, pihaknya masih memperhitungkan kemungkinan perubahan  alokasi dana  karena memanfaatkan momentum diskon saham ini.

Baca Juga: Pembebasan iuran BPJS Ketenagakerjaan hanya untungkan pengusaha, rugikan pekerja

Adapun dana kelolaan BP Jamsostek sepanjang tahun 2019 mencapai Rp 431,6 triliun.

Selain di pasar saham, portofolio investasi BP Jamsostek mayoritas berada di instrumen fixed income seperti deposito dan surat utang sebesar  71,4%, di reksadana sebesar 9,34%, dan sisanya pada investasi langsung seperti properti dan penyertaan.

Melihat diskon harga yang terjadi pada berbagai saham akibat penyebaran COVID-19, Agus justru memandang saat ini sebagai momentum yang tepat membeli saham-saham yang baik.

Baca Juga: Soal wacana pembebasan iuran BPJS Ketenagakerjaan, begini tanggapan BPJamsostek

Akan tetapi, Agus tidak merinci saham apa saja yang diincarnya. Pihaknya hanya membeberkan kriteria saham yang diburu seperti fundamental kuat, harga relatif rendah, memiliki kapitalisasi pasar besar, dividen pay out ration yang baik, serta cenderung defensif terhadap kondisi global.

"Kita melakukan itu sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada di BPJS Ketenagakerjaan dan tetap mengutamakan prinsip kehatin-hatian," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×