kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.955   43,00   0,24%
  • IDX 6.021   -50,04   -0,82%
  • KOMPAS100 778   -7,12   -0,91%
  • LQ45 596   -5,25   -0,87%
  • ISSI 209   -1,87   -0,89%
  • IDX30 330   -2,83   -0,85%
  • IDXHIDIV20 421   -3,01   -0,71%
  • IDX80 89   -0,82   -0,91%
  • IDXV30 114   -0,77   -0,67%
  • IDXQ30 108   -0,52   -0,48%

Bond Index Diluncurkan, Produk Derivatif Makin Ram


Jumat, 26 September 2014 / 13:51 WIB
ILUSTRASI. Selain segar, ternyata buah tropis yang satu ini, nanas, memiliki banyak kandungan manfaat baik bagi tubuh.


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA.  Produk investasi turunan bakal meramaikan pasar obligasi seiring peluncuran bond index. Pasalnya, bond index akan menjadi acuan penerbitan instrumen investasi turunan atau derivatif.

"Bond index bisa menciptakan instrumen investasi turunan seperti Interest Rate Futures (IRF) sehingga produk pasar modal juga bisa semakin dalam," kata analis Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Roby Rushandie, Jakarta.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng IBPA akan meluncurkan bond index sebagai acuan pelaku pasar. Wahyu Trenggono, Direktur IBPA mengatakan pihaknya siap meluncurkan bond index, bulan depan.

Ada tiga bond index yang diinisiasi oleh IBPA.  Yakni, bond index composite,  bond index korporasi dan bond index pemerintah.  "Namun,   saat ini masih dibicarakan dengan  bursa mengenai bond index mana yang akan diluncurkan lebih dahulu, " kata Wahyu.

Nantinya,  bond index tersebut akan dipublikasikan di website IBPA, website Bursa Efek Indonesia (BEI), serta media.

IBPA sejatinya sudah memiliki indeks obligasi sebanyak 25 indeks. Menurut Roby,  jumlah indeks tersebut masih kecil ketimbang Malaysia yang sudah memiliki 125 indeks.

Menurut Roby,  bond index akan membawa dampak positif. Bond index yang akan diterapkan layaknya indeks harga saham gabungan (IHSG) di pasar saham, dapat menjadi rujukan yang bisa diterima oleh semua pelaku pasar sebagai acuan investasi di pasar surat utang.

Saat ini, kata dia,  belum ada indeks resmi yang bisa dijadikan indikator untuk mengukur kinerja pasar obligasi. Masing-masing institusi masih membuat indeksnya sendiri-sendiri dengan metodenya masing-masing.

"Jadi tidak ada keseragaman dalam pengukuran kinerja investasi pada instrumen obligasi yang handal dan objektif, sehingga kondisi ini bisa menciptakan misleading indikator," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×