Reporter: Vivit Dewi | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan investasi global asal Abu Dhabi, BlueFive Capital, memperluas jangkauan bisnisnya ke Indonesia melalui investasi strategis di Majoris Asset Management.
Langkah ini membuka peluang bagi BlueFive untuk menjangkau investor domestik sekaligus mengembangkan bisnis investasi syariah di pasar Asia Tenggara.
BlueFive Capital mengelola aset lebih dari US$ 15 miliar per 30 Juni 2026. Melalui kemitraan dengan Majoris Asset Management, perusahaan tersebut berupaya memperluas jangkauan investasinya di Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai salah satu pasar yang dibidik.
Pasar Indonesia sendiri memiliki skala industri pengelolaan investasi yang besar. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset kelolaan atau asset under management (AUM) industri manajer investasi mencapai Rp 1.007,3 triliun per Juli 2026. Besarnya pasar tersebut menjadi salah satu konteks bagi ekspansi BlueFive melalui Majoris.
Baca Juga: Tiga Emiten Bank Masuk Daftar Saham HSC, Cek Daftarnya!
Tunggu Restu OJK
BlueFive mengumumkan investasi strategis di Majoris melalui BlueFive786, platform investasi berbasis syariah milik grup tersebut. Nilai transaksi dan rencana perubahan merek atau rebranding Majoris masih menunggu persetujuan OJK.
Melalui kemitraan ini, BlueFive memperoleh akses ke basis nasabah Majoris yang terdiri dari lebih dari 700.000 nasabah ritel dan 50 klien institusi. Majoris berfokus pada pengelolaan produk pasar uang dan pendapatan tetap.
Pendiri sekaligus CEO BlueFive Capital Hazem Ben-Gacem mengatakan Indonesia merupakan pasar strategis karena memiliki skala ekonomi besar, basis investor domestik yang luas, serta kebutuhan terhadap produk investasi yang menggabungkan tujuan keuangan dengan prinsip syariah.
"Kami senang bermitra dengan Majoris untuk menempatkannya sebagai pemain penting yang menghubungkan pasar Indonesia yang besar dengan jaringan investor internasional dan solusi investasi syariah kami," ujar Hazem dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).
BlueFive melihat peluang pertumbuhan di Indonesia seiring meningkatnya literasi keuangan generasi muda dan kebutuhan terhadap produk investasi berkelanjutan. Perusahaan juga menilai pasar investasi syariah masih terbuka, mengingat produk berbasis prinsip syariah baru mencakup sekitar 10% pasar manajemen aset.
Direktur Utama Majoris Asset Management San Verandy Herveranto mengatakan, kemitraan tersebut merupakan langkah untuk memperluas kemampuan perusahaan dalam melayani investor domestik sekaligus meningkatkan konektivitas dengan ekosistem investasi internasional.
"Kemitraan ini memberikan kesempatan bagi kami untuk melangkah lebih jauh, menggabungkan pengetahuan dan kemampuan lokal dengan pengalaman serta jaringan internasional BlueFive Capital," kata San.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat pada Rabu (14/10), Simak Saham Pilihan Analis
Ia menambahkan, peluang pertumbuhan industri pengelolaan investasi perlu didukung tata kelola dan pengelolaan risiko yang kuat agar kepercayaan investor tetap terjaga. Kemitraan tersebut juga diharapkan dapat memperluas akses investor Indonesia terhadap produk investasi syariah berkualitas.
Di luar ekspansi ke Indonesia, BlueFive juga mengembangkan portofolio investasi global. Pada 9 September 2026, perusahaan tersebut mengumumkan telah menyelesaikan akuisisi 30% saham Bugatti Rimac, produsen mobil super Bugatti, dari Porsche AG.
Transaksi tersebut menjadikan BlueFive sebagai pemegang saham terbesar Bugatti Rimac setelah Rimac Group. Sebagai bagian dari transaksi, BlueFive memperoleh satu kursi di dewan direksi dan dua kursi sebagai pengamat.
BlueFive menyebut investasi di Bugatti Rimac sebagai bagian dari pengembangan strategi investasi konsumen yang menyasar bisnis dengan merek kuat, posisi pasar tangguh, dan potensi pertumbuhan jangka panjang.
Sebelumnya, pada awal Oktober 2025, BlueFive juga menjalin aliansi strategis dengan Sriwijaya Capital, perusahaan ekuitas swasta yang didirikan pengusaha Arsjad Rasjid. Aliansi tersebut bertujuan memperkuat aliran modal antara kawasan Teluk dan Asia Tenggara, dengan opsi ekspansi ke Asia Selatan serta pasar negara berkembang lainnya.
Melalui investasi di Majoris, BlueFive memperluas jangkauan bisnisnya ke industri pengelolaan investasi Indonesia. Perkembangan kemitraan ini selanjutnya akan bergantung pada penyelesaian proses persetujuan regulator dan realisasi strategi pengembangan bisnis di pasar domestik.
Baca Juga: Beda Arah Kebijakan Bank Sentral, Begini Prospek Valas Komoditas AUD, NZD dan CAD
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














