kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BlackRock dan JPMorgan Akumulasi GOTO, Isu Merger Grab Makin Kencang


Selasa, 11 November 2025 / 20:01 WIB
BlackRock dan JPMorgan Akumulasi GOTO, Isu Merger Grab Makin Kencang
ILUSTRASI. ilustrasi goto. KONTAN/Panji Indra


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Yudho Winarto

GOTO Tegaskan RUPSLB Tak Terkait Aksi Korporasi

GOTO telah mengumumkan rencana RUPSLB pada 17 Desember 2025, sebagaimana tercantum di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/11).

Namun, Direktur Legal dan Group Corporate Secretary GOTO R. A. Koesoemohadiani menegaskan bahwa agenda rapat tersebut tidak berkaitan dengan aksi korporasi apa pun.

“Agenda RUPSLB ini merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran. Informasi lebih lanjut akan disampaikan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku,” jelas Diani dalam keterbukaan informasi, Selasa (11/11).

Ia menambahkan, pemanggilan resmi RUPSLB akan dilakukan pada 25 November 2025, serta menegaskan bahwa manajemen tetap berkomitmen bertindak profesional dan mengutamakan kepentingan seluruh pemangku kepentingan.

“Menanggapi spekulasi media terkait potensi transaksi antara GOTO dan Grab, hingga saat ini belum ada keputusan maupun kesepakatan terkait hal tersebut,” tegas Diani.

Baca Juga: Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Rabu (12/11/2025)

Prospek Merger Dinilai Positif, tapi Ada Risiko Monopoli

Menurut Head of Research Macquarie Capital Indonesia Ari Jahja, wacana merger antara GOTO dan Grab masuk akal, sejalan dengan perbaikan kondisi keuangan GOTO dalam beberapa kuartal terakhir.

“Kombinasi antara GOTO dan Grab akan menguntungkan pemegang saham utama seperti SoftBank Group, karena potensi laba dari Grab dapat menutupi kerugian di GOTO,” tulis Ari dalam risetnya, Senin (10/11).

Namun, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Adityo Nugroho mengingatkan bahwa dari sisi konsumen, merger kedua raksasa teknologi ini berpotensi menciptakan monopoli pasar.

“Kalau hanya ada satu pemain besar, persaingan bisa jadi tidak sehat. Tapi kita lihat saja, karena rumor ini sudah berulang kali muncul, mudah-mudahan kali ini bisa terealisasi,” ujar Adityo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×