kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bitcoin Masih Volatil, Begini Prediksi Arah dan Level Kunci Harga


Minggu, 03 Mei 2026 / 10:57 WIB
Bitcoin Masih Volatil, Begini Prediksi Arah dan Level Kunci Harga
ILUSTRASI. Luno Indonesia - kontan kilas online (Shutterstock/KILAS)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Bitcoin (BTC) sepanjang tahun 2026 masih berada dalam tekanan, dengan koreksi year-to-date (Ytd) di kisaran -12,77% hingga -20,33%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto tengah menghadapi tekanan dari berbagai faktor global, mulai dari kebijakan moneter hingga ketegangan geopolitik.

Tekanan utama berasal dari kebijakan The Fed yang masih mempertahankan suku bunga di level tinggi, seiring inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, terutama dari sektor energi. 

Baca Juga: Fenomena Baru Kripto: Institusi Borong BTC Saat Anjlok, Ritel Cari Pendapatan Pasif

Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah serta kebijakan terkait pasokan minyak global turut mendorong lonjakan harga energi, yang pada akhirnya memperkuat sentimen risk-off di pasar keuangan.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan bahwa kondisi ini membuat Bitcoin semakin dipengaruhi oleh faktor makro. 

“Dalam situasi saat ini, Bitcoin bergerak sejalan dengan aset berisiko lainnya. Selama tekanan dari suku bunga tinggi dan geopolitik masih berlangsung, ruang kenaikan cenderung terbatas,” ujar Fyqieh dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Selain faktor makro, tekanan juga datang dari pasar derivatif. Likuidasi posisi leverage yang cukup besar, terutama dari posisi long, mempercepat penurunan harga dan memperbesar volatilitas. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar sebelumnya berada dalam posisi yang cukup agresif, sehingga rentan terhadap koreksi tajam.

Baca Juga: Open Interest Bitcoin Turun ke Level Terendah sejak 2024, TradFi Meninggalkan BTC?

Melansir Coin Market Cap pada Minggu (3/5/2026) pukul 10.25 WIB, harga Bitcoin berada di level US$ 78.107 atau naik 17,1% dalam sebulan.

Kaya Fyqieh, dari sisi teknikal Bitcoin saat ini berada dalam fase penentuan arah. Jika dalam beberapa waktu ke depan kembali ke area di sekitar US$ 76.000, maka tekanan berpotensi berlanjut. 

Dalam skenario ini, Bitcoin berisiko menguji level support di kisaran US$ 74.200. Jika level tersebut tidak mampu bertahan, maka potensi penurunan berikutnya dapat mengarah ke area US$ 72.600.

Namun, terdapat juga peluang pemulihan apabila kondisi eksternal mulai membaik. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level US$ 76.000 tersebut, maka peluang untuk kembali ke fase konsolidasi atau rebound akan terbuka.

Perubahan arah ini akan sangat bergantung pada meredanya tensi geopolitik atau adanya sinyal pelonggaran kebijakan dari The Fed.

Di tengah tekanan jangka pendek, prospek jangka menengah Bitcoin masih didukung oleh faktor fundamental. Adopsi institusional terus meningkat, dengan semakin banyak perusahaan yang memasukkan Bitcoin ke dalam strategi keuangan mereka. 

Selain itu, potensi arus masuk dana ke ETF Bitcoin juga dapat mengurangi suplai di pasar dan menjadi pendorong kenaikan harga.

Baca Juga: Open Interest Bitcoin Anjlok US$55 Miliar dalam 30 Hari, Ke Mana Arah Harga BTC?

Data on-chain juga menunjukkan adanya akumulasi oleh investor besar atau whale selama periode koreksi. Pola ini secara historis sering menjadi indikasi terbentuknya dasar harga sebelum terjadi pergerakan naik.

“Akumulasi oleh investor besar saat harga melemah bisa menjadi sinyal bahwa pasar mulai membentuk level dasar. Jika didukung oleh kembalinya arus dana institusional, ini bisa membuka peluang kenaikan dalam jangka menengah,” tambah Fyqieh.

Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan volatil. Dalam jangka pendek, tekanan masih mendominasi dengan potensi uji support di area US$ 74.200 hingga US$ 72.600. 

Namun, dalam jangka menengah, peluang pemulihan tetap terbuka apabila tekanan makro mereda dan minat institusional kembali meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×