kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.756   12,00   0,07%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Bitcoin dan Ethereum Berpotensi Menguat, Ini Katalis Pasar Kripto hingga Akhir 2026


Selasa, 25 Agustus 2026 / 11:40 WIB
Bitcoin dan Ethereum Berpotensi Menguat, Ini Katalis Pasar Kripto hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Pasar aset kripto memasuki fase yang menentukan menjelang akhir 2026.Investor kini mencermati arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat  (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar aset kripto memasuki fase yang menentukan menjelang akhir 2026. Selain perkembangan harga Bitcoin dan Ethereum, investor kini mencermati arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) serta perkembangan regulasi aset digital yang berpotensi menjadi katalis utama pasar.

Mengutip data CoinMarketCap pada Selasa (25/8/2026) pukul 10.46 WIB, Bitcoin (BTC) melesat 4,93% dalam 24 jam terakhir dan menguat 26,04% dalam sepekan ke level US$80.786,91. Sementara itu, Ethereum (ETH) berada di harga US$2.505,83 atau melonjak 32,43% dalam sepekan.

Pergerakan pasar kripto hingga akhir tahun diperkirakan masih sangat bergantung pada perkembangan makroekonomi global, khususnya kebijakan bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Arah suku bunga The Fed, dinamika pasar surat utang AS, serta pergerakan pasar saham akan menjadi sejumlah faktor penting yang menentukan selera investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.

Keputusan The Fed untuk mempertahankan maupun mengubah suku bunga berpotensi memberikan dampak langsung terhadap aliran likuiditas dan pergerakan aset berisiko.

Baca Juga: Menakar Prospek dan Rekomendasi Saham Lapis Kedua di Sisa Tahun 2026

Salah satu agenda yang menjadi perhatian investor dalam waktu dekat adalah pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada pertemuan Jackson Hole pada 27–29 Agustus. Selain itu, pasar juga menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16 September mendatang.

Regulasi AS Jadi Katalis Pasar Kripto

Selain faktor makroekonomi, kepastian regulasi di AS juga menjadi salah satu penentu arah pasar aset digital. September dipandang sebagai periode penting karena Senat AS diharapkan dapat mengesahkan RUU CLARITY Act sebelum memasuki masa reses pada Oktober.

Presiden Direktur PINTU Andy Putra menilai dinamika kebijakan ekonomi dan agenda regulasi di AS memegang peranan vital bagi industri aset digital.

"Menurut kami, dampak kebijakan ekonomi AS akan menjadi salah satu penggerak utama harga Bitcoin menuju akhir 2026," ujar Andy kepada Kontan, Senin (25/8/2026).

Dari sisi perbandingan aset, Ethereum dinilai memiliki peluang mencatatkan kenaikan persentase yang lebih besar dibandingkan Bitcoin ketika terjadi rotasi likuiditas. Salah satu faktor pendukungnya adalah kapitalisasi pasar Ethereum yang lebih kecil dibandingkan Bitcoin.

Penguatan Ethereum juga didukung oleh rencana upgrade Glamsterdam pada kuartal IV 2026 serta meningkatnya minat investor institusional.

Di sisi lain, Bitcoin masih mempertahankan daya tariknya melalui narasi sebagai store of value atau emas digital.

Strategi Investasi Kripto

Untuk memanfaatkan momentum pasar sekaligus mengelola risiko, investor dapat menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yakni melakukan pembelian secara rutin dengan nominal tertentu tanpa harus menentukan waktu terbaik untuk masuk ke pasar.

Investor juga dapat mempertimbangkan diversifikasi portofolio ke sektor Real World Assets (RWA), seperti emas digital maupun saham AS yang ditokenisasi. Namun, keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR).

Baca Juga: 5 Program Status Match di Indonesia, Ada Crypto?

Proyeksi Harga Bitcoin hingga Akhir 2026

Hingga akhir 2026, Bitcoin memiliki dua skenario pergerakan harga potensial.

Dalam skenario pertama, BTC diperkirakan masih bergerak konsolidatif di area US$73.000–US$82.000.

Apabila berhasil menembus level US$82.000, Bitcoin dinilai dapat mengonfirmasi pembentukan siklus baru dan membuka peluang penguatan menuju rentang US$80.000 hingga US$92.000.

Sebaliknya, apabila level US$77.000 gagal dipertahankan, Bitcoin menghadapi risiko koreksi teknis. Area US$63.000–US$66.000 diperkirakan menjadi zona support kuat berikutnya.

Meskipun secara historis Agustus cenderung menjadi bulan bearish bagi Bitcoin, reli sekitar 23% sejak pertengahan bulan memberikan indikasi adanya pemulihan tren.

Andy menjelaskan, penguatan Bitcoin sejak pertengahan Agustus memberikan sinyal teknikal yang penting untuk mencermati arah pasar selanjutnya.

"Kenaikan ini merupakan pergerakan penting karena hal tersebut berpotensi menciptakan bottom siklus bear market tahun ini," tutur Andy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×