kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.742   -2,00   -0,01%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Bursa Saham Global Tertekan Jelang Kinerja Nvidia, Nasdaq Turun 0,76%


Selasa, 25 Agustus 2026 / 08:21 WIB
Bursa Saham Global Tertekan Jelang Kinerja Nvidia, Nasdaq Turun 0,76%
Para pedagang bekerja di lantai bursa NYSE di New York. (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham global tertekan pada perdagangan Senin (24/8/2026), seiring pelemahan saham teknologi menjelang rilis kinerja Nvidia.

Penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) dan harga minyak belum mampu sepenuhnya mengangkat sentimen pasar.

Indeks saham global MSCI turun 0,40% menjadi 1.145,23. Di Wall Street, Nasdaq Composite melemah 0,76% ke 25.980,19 dan S&P 500 turun 0,28% ke 7.652,86. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average menguat 0,26% menjadi 53.417,16.

Sektor teknologi menjadi sumber tekanan utama. Indeks sektor teknologi di S&P 500 turun 1,6%, sementara investor mulai bersikap lebih hati-hati menjelang laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan pada Rabu.

Baca Juga: Bursa Saham Global Merosot ke Level Terendah Sebulan Selasa (28/7), Saham Chip Ambruk

"Pasar hari ini beragam," kata Chief Investment Officer Cetera Gene Goldman.

Tekanan terhadap saham teknologi juga dipicu kabar korporasi dari Asia. Alibaba meluncurkan penjualan saham senilai US$ 10,2 miliar dengan harga diskon untuk mendanai ekspansi bisnis kecerdasan buatan (AI).

Di Korea Selatan, saham Samsung Electronics ikut tertekan setelah perusahaan mengumumkan rencana pembagian imbal hasil kepada pemegang saham senilai US$ 79 miliar.

Sementara itu, penurunan imbal hasil obligasi AS memberikan sedikit ruang bagi pasar. Yield US Treasury bertenor 10 tahun turun 3,79 basis poin menjadi 4,70%, sedangkan yield obligasi 30 tahun turun 4,84 basis poin menjadi 5,2276%.

Penurunan yield terjadi setelah muncul laporan bahwa Departemen Keuangan AS dapat menggunakan saldo kasnya untuk meningkatkan pembelian kembali surat utang pemerintah berjangka panjang.

Namun, yield obligasi dua tahun justru naik tipis 0,4 basis poin menjadi 4,238%. Pergerakan yield tenor pendek ini menjadi perhatian karena lebih sensitif terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Investor menanti arah The Fed

Perhatian pasar juga tertuju pada konferensi tahunan Jackson Hole pekan ini. Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato perdananya dalam forum tersebut.

Investor menunggu sinyal Warsh mengenai kenaikan yield obligasi sekaligus independensi kebijakan The Fed dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

Pasar saat ini memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September sekitar 58%. Untuk Oktober dan Desember, probabilitas suku bunga tidak dinaikkan masing-masing berada di 43,8% dan 25,7%.

Baca Juga: Data AS Bawa Angin Segar, Bursa Saham Global Kompak Reli pada Jumat (3/7)

Di pasar komoditas, harga minyak justru turun lebih dari US$ 2 per barel. Harga minyak mentah AS turun 2,35% atau US$ 2,05 menjadi US$ 85,01 per barel. Minyak Brent juga turun 2,35% atau US$ 2,22 menjadi US$ 92,17 per barel.

Penurunan terjadi meski AS memperluas sanksi sekunder terhadap pihak yang masih melakukan transaksi bisnis dengan Iran. Pasar dinilai lebih fokus pada dampak sanksi terhadap permintaan dan prospek ekonomi dibandingkan risiko gangguan pasokan.

Dolar Kanada tertekan

Di pasar valuta asing, dolar AS menguat setelah sempat menyentuh level terendah dalam tiga bulan pada pekan sebelumnya. Indeks dolar naik 0,2% menjadi 99,01.

Dolar Kanada menjadi salah satu mata uang yang tertekan setelah hubungan dagang AS dan Kanada kembali memanas.

Trump mengancam menaikkan tarif terhadap seluruh mobil, truk, dan suku cadang otomotif dari Kanada menjadi 50% mulai 1 Januari 2027.

Kanada merespons dengan rencana mengenakan tarif balasan terhadap produk AS mulai 8 September. Dolar Kanada pun melemah 0,56% menjadi C$ 1,385 per dolar AS.

Baca Juga: Bursa Saham Global Menguat, Harga Minyak Anjlok Usai AS-Iran Hentikan Serangan

Di tengah tekanan pasar saham dan dolar, emas justru menguat. Harga emas spot naik 0,97% menjadi US$ 4.647,29 per ons, sedangkan kontrak berjangka emas AS naik 1,01% menjadi US$ 4.670,90 per ons.

Kenaikan emas didorong pelemahan dolar, turunnya yield obligasi AS, serta aksi beli teknikal menjelang rilis data inflasi AS dan pertemuan Jackson Hole pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU

[X]
×