kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Bitcoin Berpotensi Reli pada Oktober, Simak Level Penting dan Prospeknya


Selasa, 29 September 2026 / 16:54 WIB
Bitcoin Berpotensi Reli pada Oktober, Simak Level Penting dan Prospeknya
ILUSTRASI. Kripto - Bitcoin (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bitcoin (BTC) memasuki penghujung September 2026 dengan prospek yang kembali menjadi perhatian menjelang Oktober. Secara historis, Oktober kerap menjadi salah satu periode positif bagi Bitcoin, tetapi sejumlah indikator pasar menunjukkan potensi pergerakan volatil masih membayangi aset kripto terbesar tersebut.

Melansir Coin Market Cap pada Selasa (29/9) pukul 15.30 WIB, harga Bitcoin bertengger di kisaran US$ 84.041 atau menguat 1,37% secara harian namun mencatatkan koreksi 1,67% dalam tujuh hari terakhir.

Perlu diketahui, data historis menunjukkan Bitcoin menguat dalam 10 dari 15 periode Oktober terakhir, dengan median return sekitar 11,2%. Setelah September ditutup positif, Bitcoin juga tercatat mengalami kenaikan pada empat dari enam periode Oktober berikutnya.

Baca Juga: Aturan Baru Jasa Tambang Berpotensi Tekan ADRO, UNTR hingga DEWA

Namun, pola historis tersebut belum menjadi jaminan bagi Bitcoin untuk kembali mencatat reli pada Oktober 2026.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah melambatnya arus dana ke spot Bitcoin ETF. Data internal FLOQ mencatat ETF Bitcoin spot mencatat inflow selama tujuh sesi berturut-turut sejak 17 September dengan total sekitar US$ 2,98 miliar.

Namun, inflow pada 25 September tercatat hanya US$ 134,47 juta, jauh lebih rendah dibandingkan rekor harian sebesar US$ 998,95 juta yang tercatat pada 21 September.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mencermati analisa bahwa dari sisi teknikal, area US$ 84.433 menjadi level yang perlu direbut kembali Bitcoin dalam jangka pendek, sebelum menguji resistance yang lebih tinggi.

Sementara, level US$ 87.360 menjadi resisten penting setelah BTC gagal mempertahankan momentum kenaikan di area tersebut.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$ 80.811 dapat membuka ruang koreksi menuju sekitar US$ 74.957. Penempatan area US$ 82.900-US$ 83.000 sebagai support penting untuk menjaga tren jangka pendek Bitcoin.

Selama area tersebut bertahan, BTC masih memiliki ruang untuk bergerak menuju US$ 88.600-US$ 92.200. Namun, penurunan berkelanjutan di bawah zona tersebut dapat meningkatkan risiko koreksi lebih dalam.

“Memasuki Oktober, Bitcoin berada di fase yang cukup krusial. Jika Bitcoin mampu mempertahankan area support dan kembali mendapatkan dorongan dari arus dana institusional, peluang untuk melanjutkan momentum kenaikan masih terbuka. Namun, volatilitas tetap perlu diantisipasi karena posisi leverage yang cukup besar,” ungkap Yudho dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga: Austindo (ANJT) Beri Pinjaman Rp 2 Triliun ke Anak Usaha, Bunga 8,5% per Tahun

Selain faktor teknikal dan arus ETF, arah Bitcoin pada awal Oktober juga berpotensi dipengaruhi sejumlah data ekonomi Amerika Serikat.

Yudho mencatat Bitcoin berada di sekitar US$ 83.000 pada 28 September, dengan US$ 85.000 sebagai resistance dan US$ 80.000 sebagai support utama. Pada saat yang sama, yield Treasury AS 10 tahun berada di sekitar 5,15%, sehingga tekanan terhadap aset berisiko masih menjadi perhatian pasar.

Sejumlah data penting dijadwalkan keluar pada pergantian September menuju Oktober. Data PCE AS dijadwalkan pada 30 September, disusul initial jobless claims pada 1 Oktober dan laporan pekerjaan AS untuk September pada 2 Oktober.

Data tersebut menjadi penting karena dapat mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Selain faktor makro, struktur posisi leverage juga menjadi perhatian memasuki Oktober. Posisi long Bitcoin dalam peta likuidasi 30 hari mencapai sekitar US$ 4,35 miliar hingga area US$ 74.179. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan posisi short sekitar US$ 1,65 miliar.

“Kondisi ini membuat Bitcoin tetap rentan terhadap aksi likuidasi apabila terjadi koreksi tajam,” tandasnya.

Risiko tersebut menjadi semakin relevan karena Bitcoin sebelumnya telah mengalami pergerakan tajam pada Oktober 2025, ketika lebih dari US$19 miliar posisi leverage dilikuidasi dalam satu hari pada 10 Oktober.

Di sisi lain, tekanan jual dari holder jangka panjang belum sepenuhnya dominan. Data menunjukkan indikator Hodler Net Position Change kembali berada di zona positif sejak 31 Agustus, dengan posisi tersebut meningkat dari 16.415 BTC pada 25 September menjadi 23.172 BTC pada 27 September.

Menurut Yudho, kombinasi antara permintaan institusional, kondisi makro, dan struktur leverage akan menjadi faktor yang menentukan karakter pergerakan Bitcoin pada Oktober. 

Baca Juga: Citra Marga Nusaphala (CMNP) Catat Laba Bersih Rp 455,02 Miliar per Semester I 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×