kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Bitcoin Bertahan di Support Kunci, Mampukah Melaju hingga US$72.000?


Rabu, 01 Juli 2026 / 18:06 WIB
Bitcoin Bertahan di Support Kunci, Mampukah Melaju hingga US$72.000?
(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Indah Sulistyorini

KONTAN.CO.ID - Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat mengalami tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir. Bertahannya harga di atas area support penting membuat sejumlah analis kembali optimistis terhadap peluang kenaikan.

Meski demikian, konfirmasi tren bullish masih dibutuhkan karena beberapa indikator on-chain menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya keluar dari fase bearish.

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah mampu mempertahankan level support yang sebelumnya sempat ditembus. Kondisi tersebut memunculkan optimisme baru bahwa aset kripto terbesar di dunia ini berpotensi melanjutkan reli apabila berhasil melewati sejumlah area resistance penting.

Tidak sedikit trader yang mulai memanfaatkan instrumen future crypto untuk menangkap peluang dari meningkatnya volatilitas pasar.

Di sisi lain, berbagai indikator teknikal mulai menunjukkan sinyal yang semakin konstruktif. Investor yang aktif memperdagangkan Bitcoin futures pun kini mencermati beberapa level harga penting sebagai acuan dalam menentukan strategi berikutnya. Lantas, apakah Bitcoin benar-benar siap melanjutkan kenaikan hingga menyentuh US$72.000?

Bitcoin Berhasil Mempertahankan Area Support Penting

Setelah sempat turun mendekati level US$60.000, Bitcoin perlahan menunjukkan pemulihan dengan kembali bergerak di atas kisaran US$63.000 hingga US$65.000. Area tersebut kini menjadi salah satu level yang paling diperhatikan oleh pelaku pasar karena sebelumnya telah berfungsi sebagai support kuat dalam beberapa bulan terakhir.

Analis crypto Jelle menilai perkembangan ini sebagai sinyal positif bagi pihak bull. Menurutnya, Bitcoin berhasil mempertahankan proses retest pada batas bawah area konsolidasi yang sebelumnya sempat ditembus.

Dalam analisis teknikal, kondisi seperti ini sering menjadi indikasi bahwa pasar mulai membangun fondasi untuk melanjutkan tren naik. Retest sendiri merupakan proses ketika harga kembali menguji level yang sebelumnya berhasil ditembus.

Jika harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang terjadinya pembalikan tren umumnya akan semakin besar. Karena itu, kemampuan Bitcoin mempertahankan area support saat ini dinilai menjadi salah satu sinyal awal bahwa tekanan jual mulai melemah.

Skenario Reclaim Mulai Terbentuk

Jelle juga menyoroti kemungkinan terbentuknya skenario reclaim, yaitu kondisi ketika harga berhasil merebut kembali area support yang sebelumnya sempat hilang.

Dalam beberapa bulan terakhir, level US$64.000 pernah menjadi area penopang utama selama fase konsolidasi. Namun, tekanan jual pada awal Juni membuat Bitcoin sempat bergerak di bawah level tersebut sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa tren bearish akan berlanjut.

Kini situasinya mulai berubah. Bitcoin berhasil kembali bergerak di atas area tersebut dan mulai mempertahankannya sebagai support baru.

Bagi banyak trader teknikal, reclaim merupakan salah satu sinyal yang cukup penting karena menunjukkan bahwa pembeli kembali menguasai pasar setelah sebelumnya didominasi oleh tekanan jual.

Meski belum menjadi konfirmasi penuh bahwa tren bullish telah dimulai, pola ini sering menjadi tahapan awal sebelum harga bergerak menuju level yang lebih tinggi.

Fair Value Gap Jadi Tantangan Berikutnya

Pandangan optimistis juga disampaikan oleh analis Washigorira. Menurutnya, Bitcoin memang mulai menunjukkan struktur harga yang lebih baik, tetapi masih harus menghadapi hambatan besar pada grafik mingguan.

Hambatan tersebut berada di area Fair Value Gap (FVG) yang terbentuk pada kisaran US$66.000 hingga US$72.000.

Dalam analisis teknikal, Fair Value Gap merupakan area ketidakseimbangan harga yang muncul akibat pergerakan pasar yang sangat cepat. Ketika kondisi tersebut terjadi, pasar sering kali kembali mengunjungi area tersebut sebelum melanjutkan arah tren berikutnya.

Karena karakteristik tersebut, banyak trader menjadikan FVG sebagai salah satu area penting untuk mengidentifikasi peluang breakout maupun potensi penolakan harga.

Washigorira menilai bahwa selama Bitcoin belum berhasil merebut kembali zona tersebut, tren bullish jangka menengah masih membutuhkan konfirmasi tambahan.

Mengapa Area US$72.000 Sangat Penting?

Zona US$72.000 bukan hanya menjadi batas atas Fair Value Gap, tetapi juga merupakan salah satu resistance yang cukup kuat berdasarkan struktur harga sebelumnya.

Apabila Bitcoin mampu menembus area tersebut dengan dukungan volume transaksi yang tinggi, peluang terbentuknya tren naik yang lebih solid diperkirakan akan semakin besar. Breakout pada level tersebut juga berpotensi menarik minat investor baru yang selama ini masih menunggu konfirmasi arah pasar.

Sebaliknya, apabila harga kembali gagal melewati resistance tersebut, Bitcoin kemungkinan masih akan bergerak dalam fase konsolidasi untuk beberapa waktu sebelum menentukan arah berikutnya.

Karena itu, banyak pelaku pasar kini menempatkan area US$72.000 sebagai salah satu level yang paling menentukan dalam jangka menengah.

Data On-Chain Masih Memberikan Peringatan

Meski berbagai indikator teknikal mulai menunjukkan perbaikan, data on-chain justru menghadirkan sudut pandang yang lebih berhati-hati.

Perusahaan analitik CryptoQuant melalui indikator Bitcoin Cycle Momentum menilai bahwa pasar masih berada di area bearish. Indikator tersebut menunjukkan momentum siklus Bitcoin belum sepenuhnya keluar dari zona negatif seperti yang biasanya terjadi sebelum tren naik benar-benar dimulai.

Menurut analis CryptoQuant, Gaah, kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih memerlukan konfirmasi tambahan agar peluang pembalikan tren menjadi lebih meyakinkan.

Dalam sejarah pergerakan Bitcoin, area tersebut memang sering berfungsi sebagai titik pembentukan dasar harga (market bottom). Namun, tidak semua kondisi tersebut langsung diikuti oleh reli yang kuat.

Karena itu, investor tetap disarankan untuk menunggu sinyal lanjutan sebelum menyimpulkan bahwa tren bearish benar-benar telah berakhir.

Analisis Teknikal dan On-Chain Saling Melengkapi

Jika seluruh analisis tersebut dibandingkan, terlihat bahwa masing-masing memberikan perspektif yang berbeda terhadap kondisi pasar saat ini. Jelle menilai Bitcoin mulai membangun struktur bullish melalui keberhasilan mempertahankan support dan membentuk reclaim.

Washigorira kemudian memperkuat pandangan tersebut dengan menunjukkan bahwa peluang kenaikan akan semakin besar apabila Bitcoin berhasil merebut kembali area Fair Value Gap hingga US$72.000.

Sementara itu, CryptoQuant mengingatkan bahwa indikator on-chain masih belum memberikan konfirmasi penuh terhadap perubahan tren. Artinya, optimisme memang mulai tumbuh, tetapi pasar tetap membutuhkan validasi tambahan agar peluang kenaikan memiliki probabilitas yang lebih tinggi.

Perbedaan pandangan tersebut justru memberikan gambaran yang lebih seimbang sehingga investor dapat mempertimbangkan berbagai skenario sebelum mengambil keputusan.

Dari penjelasan para analis diatas, maka dapat disimpulkan Bitcoin mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil mempertahankan area support penting di kisaran US$64.000. Struktur teknikal yang semakin membaik membuka peluang terbentuknya skenario bullish, terutama apabila harga mampu merebut kembali area Fair Value Gap hingga US$72.000.

Meski demikian, data on-chain masih menunjukkan bahwa momentum bearish belum sepenuhnya hilang. Oleh karena itu, investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu indikator dalam membaca arah pasar. Mengombinasikan analisis teknikal, data on-chain, serta penerapan manajemen risiko tetap menjadi pendekatan terbaik untuk menghadapi volatilitas Bitcoin yang masih tinggi.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×