kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.006,37   -5,10   -0.50%
  • EMAS945.000 0,21%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Bitcoin Banyak Dilirik, Warren Buffett Tetap Tak Berminat


Selasa, 03 Mei 2022 / 11:05 WIB
Bitcoin Banyak Dilirik, Warren Buffett Tetap Tak Berminat


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Mata uang kripto masih naik daun. Banyak investor melirik untuk berinvestasi kripto. Namun, tren tersebut tak menarik sekali bagi investor kawakan Warren Buffett.

Memang, Buffett dikenal sebagai salah satu investor yang skeptis dengan berinvestasi pada bitcoin dan aset kripto. Bahkan, pada pertemuan dengan pemegang saham pekan lalu, dia melontarkan kata-kata yang lugas bahwa dia sama sekali tak tertarik dengan mata uang kripto.

Pada pertemuan tersebut, Buffett menggambarkan bahwa dia lebih memilih tawaran 1% saham dari sebuah lahan maupun apartemen dari seseorang seharga US$ 25 ketimbang, harus membeli bitcoin dengan harga yang sama.

Baca Juga: Warren Buffett Mengakuisisi 9,5% Saham Produsen Game Call of Duty dan Candy Crush

Bukan tanpa alasan, dia melihat lahan maupun apartemen bisa menghasilkan sesuatu yang sifatnya produktif. Sementara, mata uang kripto dianggapnya tidak memiliki nilai intrinsik.

“Jika Anda mengatakan kepada saya bahwa Anda memiliki semua bitcoin di dunia dan Anda menawarkannya kepada saya seharga U$ 25, saya tidak akan menerimanya karena apa yang akan saya lakukan dengannya? Saya harus menjualnya kembali kepada Anda dengan satu atau lain cara. Mungkin orang yang sama, tetapi tidak akan melakukan apa-apa, ”kata Buffett dikutip dari Gizmodo, Selasa (3/5).

Baca Juga: Italia Mengucurkan Paket Stimulus US$ 14 Miliar Saat Prospek Ekonomi Suram

Dia pun menegaskan bahwa penentangannya terhadap mata uang kripto tidak ada hubungannya dengan apakah orang dapat menghasilkan uang dalam jumlah banyak dengan berdagang bitcoin. 

Merujuk pada penemu bitcoin, Satoshi Nakamoto, Buffett bilang bahwa Satoshi telah membuat misteri besar seputar asal-usul bitcoin, yang pada akhirnya membuat koin tersebut terkenal.

Baca Juga: Tersingkir dari Posisi Orang Terkaya ke-2 di Dunia, Siapa Pengganti Jeff Bezos?

Padahal, Buffett meragukan bahwa aset tersebut bisa memberikan nilai yang nyata dimana investor selama bertahun-tahun bingung bagaimana menilai bitcoin sebagian karena potensinya untuk melayani fungsi yang berbeda.

“Aset, untuk memiliki nilai, harus memberikan sesuatu kepada seseorang dan hanya ada satu mata uang yang diterima. Anda dapat menemukan segala macam hal, kita dapat memasang koin Berkshire... tetapi pada akhirnya, ini adalah uang. Dan tidak ada alasan di dunia ini mengapa pemerintah Amerika Serikat akan membiarkan uang Berkshire menggantikan uang mereka,” pungkas Buffett.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era The Science of Sales Management

[X]
×