kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bisnis emiten rental kendaraan makin cerah, simak rekomendasi analis berikut


Kamis, 17 Oktober 2019 / 18:43 WIB

Bisnis emiten rental kendaraan makin cerah, simak rekomendasi analis berikut
ILUSTRASI. Bis Big Bird milik PT Blue Bird

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa emiten yang bergerak di bidang penyewaan kendaraan optimistis bakal mencatat pertumbuhan kinerja pada tahun ini.

Investor Relations PT Blue Bird Tbk (BIRD) Michael Tene melihat prospek untuk bisnis rental masih menjanjikan mengingat perkembangan industri pariwisata di Indonesia dan semakin banyaknya bandara baru yang dibangun oleh pemerintah.

"Pada semester pertama bisnis rental kami juga masih tumbuh dengan baik dibandingkan 2018," ungkapnya, Kamis (17/10).

Sayangnya ia belum dapat menyebutkan target pertumbuhan bisnis segmen rental kendaraan pada tahun ini secara spesifik. Yang jelas saat ini BIRD memiliki 5.000 armada untuk menjalankan bisnis rental kendaraan.

Ia menilai, bisnis rental perusahaan relatif tidak terpengaruh dengan adanya taksi online. "Kami memiliki customer corporate yang menyewa mobil kami untuk jangka panjang dan juga ada rental harian serta airport transfer untuk retail customers," paparnya.

Selain BIRD, PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) melalui anak usahanya PT CSM Corporatama menjalankan bisnis rental kendaraan. Mengintip laporan keuangan IMJS pada semester I-2019, emiten ini mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp 1,96 triliun atau tumbuh 23,27% dari periode sama tahun lalu Rp 1,59 triliun.

Nah pendapatan dari sewa kendaraan dan bisnis terkait dari pihak ketiga sebanyak Rp 715,35 miliar, meningkat 40,73% dari periode yang sama tahun lalu Rp 508,32 miliar. Kemudian dari pihak berelasi, pendapatan sewa dan kendaraan serta bisnis terkait sebesar Rp 169,07 miliar.

Baca Juga: Adi Sarana Armada (ASSA) proyeksi bisnis rental kendaraan masih melaju

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) melihat bisnis rental kendaraan masih terus bertumbuh. Prodjo Sunarjanto, Presiden Direktur Adi Sarana Armada memproyeksi pertumbuhan bisnis penyewaan kendaraan ASSA bisa tembus 15% tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan semester I-2019, ASSA mengantongi pendapatan sebesar Rp 1,08 triliun atau naik 22,15% dari periode yang sama 2018 Rp 884,752 miliar.

Adapun kontribusi pendapatan dari sewa kendaraan mobil penumpang dan autopool sebesar Rp 606,99 miliar tumbuh 22,04 dari semester I-2018 Rp 497,37 miliar.

Dalam menjalankan bisnis penyewaan kendaraan, Prodjo bilang saat ini perusahaan terus mengincar pelanggan-pelanggan baru. "Kami terus menyasar klien baru ke perusahaan-perusahaan semua, kami tidak melakukan penyewaan ke ritel dan individu," ujarnya pada Kontan.co.id, Rabu (16/10).

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony memproyeksi emiten yang memiliki bisnis penyewaan kendaraan ini bisa menguat hingga tutup tahun ini.

"Peluangnya di mana bisnis online semakin marak ditambah bisnis transportasi logistik juga bertumbuh," katanya, Kamis (17/10).

Menurutnya, tantangan bagi mereka saat ini adalah kenaikan harga minyak serta persaingan di mana harga sangat menentukan kinerja perusahaan.

Adapun strategi yang bisa dilakukan perusahaan yakni meningkatkan utilisasi dari kendaraan yang ada.

Baca Juga: Blue Bird (BIRD) akan serap capex Rp 1,2 triliun hingga akhir tahun

"Terkait dengan kebijakan mobil listrik ke depannya perusahaan harus berhitung dengan cermat untuk perlahan beralih," tambahnya.

Ia merekomendasikan investor untuk membeli saham ASSA dengan target harga sampai akhir tahun Rp 850 per saham.

Chris juga merekomendasi buy saham IMJS dengan target harga Rp 500, serta merekomendasikan untuk beli saham BIRD dengan target harga Rp 2.700 per saham.


Reporter: Ika Puspitasari
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×