kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bisnis batubara United Tractors (UNTR) tumbuh pada Januari 2024


Rabu, 28 Februari 2024 / 19:52 WIB
Bisnis batubara United Tractors (UNTR) tumbuh pada Januari 2024


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja bisnis batubara milik PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami pertumbuhan di periode Januari 2024.

Melansir laporan di laman resmi UNTR, Rabu (28/2), di bisnis kontraktor pertambangan, anak usaha UNTR yakni Pamapersada Nusantara (Pama) membukukan volume pengupasan lapisan alias overburden (OB) removal sebesar 89 juta bank cubic meter (bcm). Realisasi ini naik 9,06% dari volume OB removal di Januari 2023 yang sebesar 81,6 juta bcm

Pama memproduksi 9,3 juta ton batubara di periode Januari 2024, naik 9,41% dari produksi di periode yang sama tahun lalu sebesar 8,5 juta ton.

Di bisnis pertambangan batubara, anak usaha UNTR yakni Tuah Turangga Agung menjual 1,27 juta ton batubara. Angka penjualan ini naik 28,04% dari sebelumnya hanya 995.000 ton batubara pada Januari 2023.

Baca Juga: Weha Transportasi (WEHA) Yakin Pendapatan Naik 10% Saat Momen Lebaran

Meski demikian, Penjualan alat berat UNTR di periode Januari 2024 mengalami koreksi. UNTR mencatat penjualan 518 unit alat berat Komatsu di bulan Januari 2024. Realisasi ini menurun 24,5% dari penjualan Komatsu di periode yang sama tahun lalu yang mencapai 686 unit.

Adapun pangsa pasar alias market share UNTR per Januari 2024 mencapai 34%.

Mayoritas penjualan alat berat UNTR masih diserap oleh sektor pertambangan, yakni mencapai 65%. Kemudian, disusul penjualan ke segmen kehutanan sebesar 16%, penjualan ke segmen konstruksi sebesar 10%, dan penjualan ke segmen agribisnis sebesar 9%.

UNTR memproyeksi penjualan alat berat tahun ini ada di kisaran  3.800-an unit. Proporsi penjualan alat berat tahun ini akan sama dengan tahun lalu. 

“Kebanyakan untuk pertambangan dan sisanya tersebar di sektor-sektor non  pertambangan,” terang Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Loebis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×