kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.817   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Bidik pasar Sulawesi, Indocement Tunggal (INTP) relokasi terminal apung ke Konawe


Kamis, 14 Mei 2020 / 13:49 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (25/10/2019).


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Kontan.co.id mencatat, penjualan INTP periode Januari-Februari 2020 mencapai 2.8 juta ton semen. Ini berarti, penjualan INTP per Maret 2020 hanya 1,1 juta ton semen.

Marcos mengatakan, turunnya penjualan pada kuartal I-2020 diakibatkan cuaca buruk di awal tahun yang menyebabkan terjadinya banjir di wilayah Jabodetabek hingga beberapa kali.

Baca Juga: Simak Daftar Emiten Bebas Risiko Gagal Bayar Utang

Terkait dengan dampak pandemi corona (Covid-19) terhadap kinerja INTP, Antonius bilang hal ini akan terlihat di paruh kuartal II-2020.

Seiring dengan belum meredanya pandemi Covid-19, INTP juga memutuskan untuk memangkas belanja modal dari sebelumnya Rp 1,4 triliun menjadi Rp 1,1 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×