Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli
Pemulihan IHSG, menurut dia, akan sangat bergantung pada kinerja saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan, serta realisasi belanja stimulus fiskal pemerintah pada semester II.
Tak sampai situ, Rahma menyebut arah kebijakan suku bunga The Fed melalui Federal Open Market Committee (FOMC) menjadi salah satu faktor utama yang perlu dicermati investor.
Kejelasan mengenai pemangkasan suku bunga lanjutan atau sikap The Fed untuk menahan suku bunga akan menentukan arah indeks dolar AS dan tekanan depresiasi terhadap rupiah.
Baca Juga: Rupiah Menguat Pada Agustus tapi Tertekan Sejak Awal Tahun, Cek Valas Pilihan Berikut
Untuk strategi portofolio berdenominasi rupiah, Rahma menyarankan investor mengalokasikan sebagian dana pada instrumen pasar uang atau SRBI untuk mengamankan imbal hasil jangka pendek.
Investor juga dapat mengakumulasi SBN tenor menengah-panjang secara bertahap untuk memanfaatkan potensi capital gain ketika tren suku bunga global mulai melunak.
Pada pasar saham, ia menyarankan perhatian pada saham berkapitalisasi besar dengan fundamental solid, rasio utang valas rendah, serta dividend yield yang menarik guna meredam volatilitas.
Selain itu, investor perlu mencermati likuiditas bank tempat menempatkan dana agar eksposur pada deposito maupun instrumen perbankan tetap optimal di tengah persaingan suku bunga pendanaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












