kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Besok, rupiah masih konsolidasi cenderung melemah


Senin, 05 Maret 2018 / 19:35 WIB
ILUSTRASI. Uang rupiah


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diperkirakan tidak akan berbeda jauh dari rentang hari ini (5/3). Mata uang Garuda berada dalam area konsolidasi dan cenderung melemah.

“Pada Selasa (6/3) masih akan konsolidasi seperti sekarang,” ujar David Sumual, ekonom PT Bank Central Asia Tbk.

Menurut David, sentimen eksternal masih membayangi pergerakan rupiah. Rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS tetap menjadi sentimen negatif. Apalagi pada 22 Maret nanti akan dilangsungkan pertemuan Federal Open Market Commitee (FOMC) yang salah satunya membahas kebijakan suku bunga.

Senada, Nizar Hilmy, analis PT Global Kapital Investama Berjangka memperkirakan, rupiah akan cenderung melemah. Ia melihat saat ini rupiah masih berada dalam fase koreksi. Apalagi pergerakannya pada penutupan Senin (5/3) belum menjauh dari level terlemah dua tahun lalu.

“Tetapi pelemahan ini hanya sementara, karena fundamental ekonomi domestik masih bagus,” katanya, Senin.

Ia menebak, Selasa (6/3), rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 13.730-Rp 13.780 per dollar AS. Sedangkan, David menebak rupiah akan berada di rentang Rp 13.700-Rp 13.800 per dollar AS.

Mengutip Bloomberg pada penutupan perdagangan Senin (5/3), nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,04% ke level Rp 13.762 per dollar AS. Sedangkan, kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat, valuasinya justru menguat tipis 0,04% ke level Rp 13.740 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×