kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Berharap harga CPO naik saat produksi turun


Selasa, 22 April 2014 / 16:45 WIB
ILUSTRASI. Tambahan kapasitas produksi pupuk Saraswanti Anugerah Makmur (SAMF) beroperasi tahun depan


Reporter: Mona Tobing | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Jaya Agra Wattie (JAWA) optimistis harga crude palm oil atau CPO akan kembali naik sekalipun produksi CPO awal tahun sempat terganggu kondisi iklim yang tak kondusif. JAWA memprediksi, harga CPO bisa naik 5% sampai Juni mendatang.

Bambang Ibrahim, Direktur JAWA memperkirakan, harga CPO diprediksi naik karena terbatasnya produksi akibat cuaca yang tak kondusif. Perlu diketahui saja, harga CPO JAWA saat ini berkisar antara Rp 8.000 sampai Rp 9.000 per kg.

Menurut Bambang, pada Januari sampai dengan Februari lalu, produksi CPO mengalami penurunan karena tingginya curah hujan di perkebunan kelapa sawit. Kondisi baru normal pada Maret hingga April belakangan ini.

"Produksi hingga akhir tahun untuk tandan buah segar (TBS) sekitar 243.838 ton. Namun, produksinya tidak bisa langsung dibagi 4 kuartal. Karena kami merasakan penurunan produksi di Januari hingga Februari. Namun kami genjot produksi di Maret hingga April ini," ujar Bambang pada Selasa (22/4).

Tahun ini Jawa menargetkan produksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 243.838 ton. Sebanyak 138.104 ton  berasal dari produksi perkebunan inti. Sedangkan dari smallholder atau petani kelapa sawit sebanyak 105.734 ton. Untuk produk minyak sawit mentah atau CPO tahun ini, JAWA menargetkan bisa memproduksinya sebanyak 53.707 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×