kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Berbalik arah, Wall Street naik tinggi


Rabu, 07 Februari 2018 / 06:12 WIB
Berbalik arah, Wall Street naik tinggi
ILUSTRASI. Bursa AS


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks volatilitas pasar yang tinggi terbukti juga. Setelah koreksi tajam sejak akhir pekan, Dow Jones Industrial Average melonjak 567 poin pada perdagangan Selasa (6/2).

Dibuka di area negatif, Dow Jones mengakhiri perdagangan dini hari tadi dengan kenaikan 2,33% dalam sehari ke 2.4912,77. Lonjakan indeks saham ini belum mampu mengembalikan posisi Dow Jones ke titik pra koreksi di 26.186.

Dua indeks acuan lain Wall Street pun menguat. Indeks S&P 500 naik 1,74% ke 2.695,14. Nasdaq Composite menguat 2,13% ke 7.115,88.

Craig Callahan, pendiri ICON Advisers mengatakan, penurunan indeks dalam dua hari perdagangan merupakan interupsi pada pasar yang terus menguat. "Kami tidak melihat mulainya kondisi bear di pasar," kata dia kepada CNBC.

Bruce Bittles, chief investment strategist Baird mengatakan, optimisme yang meluas dan berlebihan menyebabkan volatilitas pasar saham menguat di tengah imbal hasil obligasi yang meningkat. "Tekanan jual mulai mereda dan pasar saham bisa lebih tenang, tapi, pasar secara umum mulai menurun," kata Bittles.

Menurut Bittles, tidak ada kabar besar yang sebenarnya mengguncang pasar pada awal pekan ini. Tapi, pergerakan pasar obligasi memicu volatilitas dan kekhawatiran pasar. 

Selasa, imbal hasil US treasury bertenor 10 tahun berada di 2,75%. Angka ini sudah melonjak jika dibandingkan posisi awal tahun pada 2,4%.

CBOE Volatility Index, yang dianggap sebagai ukurang terbaik di Wall Street, mencapai 50 pada awal perdagangan Selasa dan ditutup turun pada 29,69. Di hari Senin, indeks volatilitas ini ditutup pada 37,32."Ketika angka volatilitas terus rendah, kurangnya volatilitas ini bisa menimbulkan risiko," kata Lance Humphrey, portfolio manager USAA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×