kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Beli tanah dan bangunan, Panca Budi Idaman (PBID) bikin anak usaha anyar


Kamis, 27 Februari 2020 / 21:42 WIB
Beli tanah dan bangunan, Panca Budi Idaman (PBID) bikin anak usaha anyar
ILUSTRASI. PT Panca Budi Idaman Tbk melanjutkan ekspansi ke negeri jiran.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Panca Budi Idaman Tbk mendirikan anak perusahaan baru PT Panca Packindo Makmur (PPM) pada Selasa (25/2). Pendirian anak usaha ini bertujuan untuk pembelian aset tanah dan bangunan. 

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, modal dasar PPM sebesar Rp 300 miliar atau setara 300.000 saham senilai Rp 1 juta. Sementara itu modal ditempatkan dan disetor mencapai Rp 80 miliar setara 80.000 saham senilai Rp 1 juta. 

Perusahaan yang memiliki dengan kode emiten PBID itu memegang kepemilikan sebesar 99,99% dari modal ditempatkan dan disetor. Ini setara dengan Rp 79,99 miliar. Sisanya, dimiliki oleh Donny Taslim sebesar Rp 1 juta. 

Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Penjualan 10%, PBID Optimis Perkuat Posisi Pasar di Jateng & Jatim

"Apabila rencana pembelian aset tanah dan bangunan terealisasi, maka perusahaan dapat meningkatkan pendapatan," kata Direktur dan Sekretaris Panca Budi Idaman Lukman Hakim dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan, Kamis (27/2). 

Asal tahu saja, per kuartal III 2019, PBID mengantongi penjualan sebesar Rp 3,49 triliun, naik 10,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan lokal tercatat Rp 3,4 triliun, dan ekspor sebanyak Rp 89,64 miliar. Sementara itu laba bersih Panca Budi tercatat hanya Rp 147,81 miliar, atau turun 40,26% secara year on year (yoy). 

Sepanjang kuartal III 2019, aset PBID mencapai Rp 2,20 triliun, turun 3,9% dari periode Desember 2018 yang sebesar Rp 2,29 triliun. Adapun liabilitas perusahaan sebesar Rp 606,08 miliar dan ekuitasnya senilai Rp 1,60 triliun. 




TERBARU

Close [X]
×