kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BEI proses lima emisi penerbitan efek


Jumat, 18 Juli 2014 / 15:07 WIB
ILUSTRASI. Anime Adventures Code Februari 2023, Klaim Gem Gratis dengan Cara Berikut ini


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memproses izin lima emiten untuk menerbitkan efek utang, baik dalam bentuk surat utang mahupun kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA). Total nilai emisi mencapai Rp 4,43 triliun.

Hoesen, Direktur Penilaian Perusahaan BEI merinci, kelima emiten itu adalah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Adhi Persada Properti, PT Bank Pembangunan Dareah (BPD) Sulawesi Utara (Sulut), dan KIK EBA Danareksa BMRI 01.

Nilai emisi terbesar adalah penerbitan umum berkelanjutan (PUB) II tahap I BBTN. "Nilainya mencapai Rp 2 triliun," ujarnya, Jumat (18/7).

Selain BBTN, LPEI juga akan menggelar PUB tahap ke dua dengan nilai emisi sebesar Rp 500 miliar. Kemudian, BPD Sulut akan menerbitkan obligasi senilai Rp 750 miliar.  Adhi Persada dan LPEI masing-masing berencana menerbitkan Rp 500 miliar.

Lalu, ada KIK EBA Danreksa BMRI dengan nilai emisi Rp 686 miliar. Hingga 18 Juli 2014, total nilai emisi obligasi yang terbit mencapai Rp 26,49 triliun. Emisi itu diterbitkan oleh 26 emiten. Sehingga, total nilai outstanding obligasi dan sukuk korporasi menjadi Rp 219,41 triliun dari 114 emiten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×