kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

BEI Pantau Ketat Saham Cipta Selera (CSMI) dan Hotel Sahid (SHID), Ini Sebabnya


Selasa, 08 Juli 2025 / 11:52 WIB
BEI Pantau Ketat Saham Cipta Selera (CSMI) dan Hotel Sahid (SHID), Ini Sebabnya
ILUSTRASI. BEI tengah memantau pergerakan saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/02/07/2025


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID).

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status unusual market activity (UMA) terhadap saham CSMI akibat penurunan harga saham. Sementara itu, status UMA juga disematkan pada saham SHID menyusul lonjakan harga saham dalam beberapa hari perdagangan terakhir.

Harga saham CSMI pada perdagangan Selasa (8/7) pukul 11:40 WIB berada di level Rp 965 per saham atau turun 51,39% dalam sebulan terakhir. Sementara, saham SHID kini berada di posisi Rp 1.225 per saham atau melonjak 68,97% dalam sebulan perdagangan terakhir.

Baca Juga: Ada Rencana Akuisisi, Harga Saham Green Power (LABA) Puluhan Persen Hingga Masuk UMA

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono menjelaskan pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA, perlu kami sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham CSMI dan SHID," tulis Yulianto dalam pengumuman BEI, Selasa (8/7).

Dengan adanya pengumuman UMA tersebut, BEI berharap agar investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya. 

Selain itu, investor juga diharapkan mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×