kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

BEI: Dana asing tidak kabur tapi ganti instrumen


Kamis, 14 November 2013 / 18:54 WIB
ILUSTRASI. Promo Superindo Terbaru 4-7 Juli 2022.


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan, dana asing yang keluar dari pasar saham tidak serta merta keluar dari Indonesia. Tetapi, pindah ke instrumen yang dinilai aman, salah satunya adalah obligasi negara.

"Kemarin (Rabu, 13/11), net sell asing year-to-date Rp 15 triliun, tetapi di saat yang sama, di obligasi pemerintah ada net buy Rp 49,2 triliun," ujar Ito Warsito, Direktur Utama BEI di Jakarta, Kamis (14/1).

Melihat fenomena itu, Ito memperkirakan, para investor asing melakukan pemindahan dana dari saham ke obligasi pemerintah. Hari ini, IHSG rebound dari 4.301,89 ke level 4.367,37, atau menguat 1,52%.

Anjloknya indeks dua hari berturut-turut mulai Selasa (12/11) dan Rabu (13/11), kata Ito, hanya gejolak sementara (temporary shock). "Biasanya, jika ada ketidakpastian akan sesuatu, fund manager akan ambil keputusan sementara," imbuh Ito.

Hal tersebut tercermin dari anjloknya IHSG yang didorong aksi jual  saham-saham bank dan properti. Namun, menurut Ito, hal itu sifatnya sementara. Hari ini, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) Rp 139,7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×