kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45923,49   -7,86   -0.84%
  • EMAS1.319.000 -0,08%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Begini prospek 10 saham pemimpin bursa menurut sejumlah analis


Selasa, 19 November 2019 / 20:43 WIB
Begini prospek 10 saham pemimpin bursa menurut sejumlah analis
ILUSTRASI. Pialang memperhatikan pergerakan saham di kantor Danareksa Sekuritas, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2018). Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 9,69 poin atau 0,15 persen ke 6.433,32. Tribunnews/Jeprima


Reporter: Kenia Intan | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga hari ini Selasa (19/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatakan penurunan 0,68% year to date (ytd). Di tengah pasar yang menurun, ada beberapa emiten yang mencatatkan pertumbuhan harga saham yang apik.

Data saham penggerak alias movers IHSG mencatatkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai saham leader sejauh ini.

Saham BBCA mencatatkan  kontribusinya sebesar 119,2 poin terhadap IHSG. Sementara harga sahamnya meningkat 21,4% year to date (ytd) dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa mencapai Rp 771 triliun. 

Adapun berikut ini adalah catatan kenaikan harga saham dari 10 emiten penggerak IHSG yang tercatat hingga Selasa (19/11).

1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 21,4%

2. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik 160,5%

3. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) naik 59,5%

4. PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL)  naik 362,9%

5. PT Sinarmas Multiartha Tbk. (SMMA) naik 50,3%

6. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 7,2%

7. PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) naik 261,0%

8. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) naik 72,7%

9. PT XL Axiata Tbk. (EXCL)  naik 78,3%

10. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. (BTPS) naik 112,3%

Kepala Riset MNC Sekuritas Thendra Crisnanda melihat harga saham dari beberapa emiten di atas masih mungkin untuk melanjutkan kenaikan, seperti BBCA, BRPT, TLKM, MIKA, dan EXCL.

Selain karena kinerja yang masih bertumbuh dengan solid, Thendra menilai kebijakan pemerintah dan aksi korporasi bisa menjadi faktor pendorong kenaikan harga saham-saham itu.

"Rekomendasi buy kami merefleksikan setidaknya 10% upside," terang Thendra ketika dihubungi Kontan.co.id, Selasa (19/11).

Selain itu, sentimen positif lain yang mendorong kenaikan harga saham adalah penurunan tingkat suku bunga, turunnya harga minyak dunia, serta peningkatan alokasi anggaran kesehatan.

Kelima emiten tersebut memiliki fundamental dan prospek yang baik sehingga masih menarik untuk dikoleksi.

Thendra menyarankan, para investor memanfaatkan penurunan yang terjadi saat ini untuk akumulasi saham - saham yang berfundamental baik. Sebab, profitabilitas IHSG kembali mencatatkan return positif pada bulan Desember mendatang.

"Ditopang oleh ekspektasi perbaikan makro di akhir tahun serta secara historis dalam 10 tahun terakhir, IHSG selalu mencatatkan kenaikan di bulan Desember," jelasnya. 

Tidak jauh berbeda, Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana bilang, beberapa emiten yang masih memiliki peluang peningkatan harga saham seperti  seperti BBCA, TLKM, dan EXCL.

Mengingat pada kuartal III yang lalu ketiga emiten tersebut membukukan pertumbuhan penjualan dan pendapatan yang di atas ekspektasi.

"Investor masih melihat pertumbuhan ini masih sustain hingga tahun depan," katanya ketika dihubungi Kontan.co.id.

Sementara untuk BRPT, MPRO dan POLL, Wawan menilai valuasinya sudah mahal, sehingga potensi untuk mengalami kenaikan harga sudah terbatas.

Di antara 10 emiten penggerak IHSG hingga saat ini, Wawan menyarankan para investor untuk fokus pada BBCA dan TLKM. Sebab, di bulan Desember pada umumnya terjadi windows dressing.

Saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (big caps) yang akan paling diburu. Asal tahu saja, BBCA sejauh ini memiliki kapitalisasi pasar sebsar Rp 771 triliun dan TLKM sebesar Rp 398 tirliun. 

Sukarno Alatas, Analis OSO Sekuritas, melihat adanya potensi kenaikan harga saham sebesar 5% hingga 10% untuk BRPT, TLKM, MIKA, dan EXCL. Fundamental TLKM, MIKA, dan EXCL, menjadi faktor pendorong naiknya harga saham.

Sementara itu, bagi BRPT peluang meningkatnya harga saham terjadi setelah perusahaan melakukan aksi korporasi, seperti stock split, akuisisi aset, serta anak usahanya yakni PT Griya Idola Industrial Park yang mengincar penjualan lahan kawasan industri seluas 12,6 hektare (ha).

"Tinggal menunggu momentum teknikal karena ada sebagian saham pergerakannya masih cenderung sideways, jadi menunggu sinyal dulu untuk kembali masuk," ungkapnya ketika dihubungi Kontan.co,id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×