kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Beberapa sentimen negatif lemahkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Singapura


Senin, 24 September 2018 / 20:36 WIB
ILUSTRASI. ILUSTRASI OPINI - Rupiah Memerlukan Bantalan Ekonomi


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap beberapa valuta asing yang kerap diperdagangkan. Salah satunya nilai tukar rupiah terhadap dollar Singapura. Menurut analis, faktor penyebab rupiah tertekan karena banyak perdagangan bisnis Indonesia berada di negeri Singa tersebut.

Direktur Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, sentimen negatif bagi Singapura sendiri datang dari beberapa faktor, contohnya, pertama isu perang dagang antara Amerika dan China yang belum memadam.

Kedua, pertemuan Uni Eropa dan Inggris mengenai permasalahan Brexit yang masih memanas sehingga berpengaruh terhadap dollar Singapura. Ketiga, mengenai suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) yang akan dinaikan pada bulan September ini juga berpengaruh terhadap dollar singapura.

Mengutip Bloomberg, Senin (24/9), harga pairing SGD/IDR berada di level Rp 10.894 per dollar Singapura dari sebelumnya berada di level Rp 10.871 per dollar Singapura pada Jumat lalu.

Dari sisi rupiah, Ibrahim menjelaskan sentimen berasal dari defisit neraca transaksi yang masih belum betemu titik terang. “Sehingga perlu dilakukan Bank Indonesia masih harus menaikan suku bunga,” Kata Ibrahim, Senin (24/9).

Selain rupiah melemah terhadap dollar Singapura, rupiah juga terlihat melemah terhadap dollar Australia. Di pasar spot, nilai tukar rupaih berada di level Rp 10.809 per dollar Australia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×