kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Beban naik, laba Semen Baturaja 2017 turun 43,4%


Selasa, 06 Februari 2018 / 11:48 WIB
ILUSTRASI. Pabrik Semen PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)


Reporter: Riska Rahman | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Walaupun pendapatan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) meningkat sepanjang tahun lalu, namun perusahaan belum berhasil mencetak pertumbuhan laba. Meski begitu, posisi keuangan SMBR masih biru pada tahun lalu.

Dalam laporan keuangan yang dirilis Selasa (6/2), SMBR berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 1,89% year-on-year (yoy) menjadi Rp 1,55 triliun pada tahun lalu. Pada 2016, emiten semen pelat merah ini hanya mencatatkan pendapatan sejumlah Rp 1,52 miliar.

Tapi, kenaikan pendapatan ini belum mampu mendongkrak laba produsen semen yang beroperasi di Palembang, Sumatera Selatan ini. SMBR justru mencatatkan penurunan laba sebesar 43,40% dari Rp 259,09 miliar pada 2016 menjadi hanya Rp 146,64 miliar pada akhir 2017.

Laba turun karena terjadi peningkatan beban. SMBR mencatat kenaikan beban pokok penjualan, beban penjualan, serta beban umum dan administrasi . Pada periode Januari-Desember 2017, beban pokok penjualan SMBR naik sebesar 6,61% yoy menjadi Rp 1,08 triliun.

Namun, peningkatan beban pokok penjualan tersebut tak terlalu signifikan dibanding kenaikan beban penjualan serta beban umum dan administrasi. Tercatat, beban penjualan SMBR melonjak 68,10% yoy menjadi Rp 85,40 miliar. Sementara, beban umum dan administrasi juga naik 43,23% yoy menjadi Rp 199,81 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×